Breaking News:

Pilkada Tangsel

Digempur Isu Dinasti Politik, Ruhamaben: Majunya Ibu Azizah bukan Ujug-ujug Aji Mumpung

Ruhamaben mengatakan majunya Azizah sebagai kandidat Wali Kota Tangsel bukan membawa label dirinya sebagai anak Wapres RI.

istimewa
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono saat mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan calon Siti Nur Azizah dan Ruhamaben pada Pilkada 2020 Kota Tangsel, Rabu (22/7/2020) malam. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL --- Majunya Siti Nur Azizah dalam Pilkada Tangsel 2020 menyita perhatian publik belakangan ini. Apalagi setelah diusung Partai Demokrat.

Isu dinasti politik pun gencar digaungkan ke kubu Azizah yang merupakan putri dari Wakil Presiden RI (Wapres RI), KH. Ma'ruf Amin.

Menanggapi hal tersebut, Ruhamaben, pasangan Azizah dalam Pilkada Tangel ini yang dicalonkan sebagai wakil wali kota, akhirnya buka suara.

Ia menilai isu tersebut tak selayaknya menyasar kepada pasangannya itu.

Ruhamaben mengatakan majunya Azizah sebagai kandidat Wali Kota Tangsel bukan membawa label dirinya sebagai anak Wapres RI.

"Saya melihat begini soal dinasti politik saya enggak melihat menjadi permasalahan. Kalau saya melihat Ibu Nur Azizah ini kan punya kapasitas, dia dibirokrasi aja sudah 20 tahun. Jadi dia punya prestasi lah untuk mengetahui dan bagaimana mengelola pemerintahan, bukan ujug-ujug aji mumpung," kata Ruhamaben saat dikonfirmasi, Tangsel, Senin (27/7).

"Saya juga melihat beliau juga turun sebelum ayah beliau jadi Wapres, dia sudah turun. Dan bagi saya dinasti itu bukan hal yang tabu, selama orang yang dimajukan itu punya kapasitas, punya integritas. Jadi dilihat dari situ. Kita enggak boleh menyalahkan keturunan," lanjutnya.

Kendati isu dinasti politik terus gencar diperbincangkan publik, Ruhamaben tetap bersikukuh kapasitas dan integritas menjadi dasar terpilihnya Azizah oleh partai pengusung sebagai kandidat Pilkada 2020 Kota Tangsel.

Menurutnya keputusan terpilih atau tidaknya Azizah sebagai Wali Kota Tangsel tidak berkaitan dengan isu dinasti politik tersebut.

"Artinya siapa yang bisa membantu mereka melayani mereka lebih baik. Memberikan solusi untuk permasalahan mereka. Ya masyarakat yang akan menilai dan memilih dan kita tidak paksa mereka kan. Jadi masyarakat Tangsel apalagi sudah sangat kritis dan cerdas dan tidak bisa disalahkan orang keturunan dari mana dari mana. Kebetulan saja bapak saya bukan pejabat tinggi," tandasnya.

Penulis: Rizki Amana
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved