Selasa, 14 April 2026

Berita Jakaarta

Nama Sanken Kembali Dicatut, Ini Tips Agar Tak Jadi Korban Penipuan

Sanken baru menyadari kasus ini terulang lagi setelah beberapa korban penipuan melapor ke pihak Sanken.

Penulis: Dodi Hasanuddin | Editor: Dodi Hasanuddin
Warta Kota/Dody Hasanuddin
Direktur PT Sanken Argadwija, Eric Tirtajasa, saat peluncuran mesin cuci Jasmine 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sanken kembali mengalami kasus penipuan yang mencatut nama merek dan nama rekening.

Sebelumnya, pada tahun lalu, kasus ini sudah dilaporkan ke pihak kepolisian. Tapi, ternyata pelaku kembali berulah.

Sanken baru menyadari kasus ini terulang lagi setelah beberapa korban penipuan melapor ke pihak Sanken.

"Ada penipuan Sanken lagi. Kami  tidak pernah menjual produk yang meminta untuk langsung ditransfer ke rekening Sanken," kata Direktur Pemasaran PT Istana Argo Kencana (SANKEN), Teddy Tjankata di Jakarta, Minggu (26/7/2020).

Warga Mengaku Kerap Melihat Pengunjung Hotel ini Berhubungan Intim, karena Gordennya tidak Ditutup

Satu Pemain Pelatnas Sepak Bola Dibawa ke Rumah Sakit, Ternyata ini Masalahnya

Untungnya beberapa korban belum melakukan transaksi pembayaran, tetapi ada juga yang sudah membayar.

"Saya belum sempet transfer, baru order, tapi kok ada sesuatu yang membuat saya tidak transfer-transfer. Terus tanya sana sini, termasuk pak Teddy. Jadi Alhamdulillah belum sempet keluar uang," tutur korban penipuan Samsi saat dikonfirmasi. Sementara beberapa korban lain tidak bersedia untuk dimintai keterangannya.

Pengamat Media Sosial, Dr. Rulli Nasrullah, M.Si, mengatakan, dalam dunia digital yang menjadi masalah adalah kita tidak tahu siapa sosok di balik si penjual. Ini menjadi rentan terjadinya kasus penipuan di dunia digital.

Karenanya, ia meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap kejahatan dunia maya, seperti penipuan (fraud) transaksi online saat berbelanja online.

"Masyarakat diminta untuk tidak terjebak dengan harga yang jauh lebih murah dari harga pasaran atau diskon besar-besaran yang tidak masuk akal," kata Rulli yang juga dosen UIN Jakarta, saat dihubungi, Senin (20/7/2020).

Kalau penjualannya dilakukan di market place (Tokopedia, Shopee, blibli.com) pastikan ada tanda atau mark yang menyatakan toko online tersebut, stars, rising stars, atau penjual rekomendasi.

Perhatikan pula komentar-komentar pembeli apakah mendapatkan review bagus.

Mantan Ketua KPU Sebut Reformasi Politik di Indonesia dengan Cara Mengubah UU Parpol dan Pemilu

Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Ambil Sampel Air Sungai di Perbatasan Bogor

Rulli yang akrab dipanggil Kang Arul, juga meminta masyarakat bisa memastikan uang yang kita transfer memiliki perlindungan untuk dikembalikan.

Beberapa marketplace memiliki rekening bersama. Uang yang ditransfer masuk ke dalam rekening market place yang bersangkutan, bukan ke penjual.

Jadi ketika penjual tidak bisa mengirimkan barangnya, tidak bisa dikontak, maka uang bisa segera dikembalikan.

Sebelumnya, kejahatan di dunia maya yang mencatut nama Sanken, mendapat sorotan dari Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane.

Menurutnya, kejahatan dengan menggunakan web palsu Sanken tidak saja merugikan Sanken, melainkan juga masyarakat menjadi korbannya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved