Kesehatan

Kesehatan Mental Anak Harus Diketahui Sejak Dini, Ini Dampak Buruknya Jika Orangtua Cuek

Kesehatan mental anak harus diketahui sejak dini. Lalu bagaimana kita mengetahui seorang anak dikatakan sehat secara mental?

Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Fred Mahatma TIS
Wartakotalive.com/Mochammad Dipa
Psikolog Anak sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia Annelia Sari Sani S.Psi memberikan pemaparan terkait gangguan mental pada anak dalam diskusi virtual yang dilakukan Halodoc bersama IPK Indonesia bertajuk #HaloTalks: Gangguan Mental pada Anak, Musuh yang Tak Terlihat, Kamis (23/7/2020). 

Ketiga, memiliki kemampuan bermain dan belajar dengan pencapaian yang sesuai usia dan perkembangan kecerdasan.

Keempat, memiliki pemahaman moral tentang benar-salah dan baik-buruk.

Selanjutnya, anak yang memiliki kondisi mental sehat juga mampu menikmati dan memanfaatkan waktu luang, dan bisa mencari cara mengatasi rasa kebosanan.

"Mereka mampu berempati dan mengenali emosi yang dirasakan orang lain, dan kemampuan belajar dari kegagalan," ujar dia.

Jika anak punya kesehatan mental yang baik, kata Annelia, mereka akan memiliki beberapa karakter positif, seperti kemampuan beradaptasi dengan berbagai keadaan, menjaga hubungan baik, menghadapi stres, serta bangkit dari kondisi sulit seperti pandemi saat ini.

Dampak mental buruk

Dampak kesehatan mental yang buruk pada anak antara lain memiliki prognosis (prediksi perbaikan dan kesembuhan) yang lebih buruk, mendapat stigma negatif, serta terhambat mendapat akses layanan kesehatan dan pendidikan.

Mereka juga rentan terhadap gangguan perilaku atau gangguan psikologis yang lebih serius dan lebih berat.

"Selain itu, mereka mengalami keterlambatan perkembangan, pencapaian hasil belajar tidak baik, dan sulit mencapai kualitas hidup yang baik," jelas Annelia.

5 Masalah kesehatan mental anak 

Masalah kesehatan mental yang umum terjadi pada anak, Annelia membagi masalah kesehatan mental pada anak menjadi lima kategori, yaitu:

1. Masalah perilaku

- ADHD (attention deficit hyperactivity disorder) atau gangguan hiperaktivitas karena kurangnya perhatian sehingga memengaruhi perilaku anak.

- Conduct Disorder, gangguan perilaku dan emosi serius yang membuat anak menunjukkan perilaku kekerasan dan cenderung sulit mengikuti aturan.

- Penyalahgunaan NAPZA atau narkotika dan obat-obatan terlarang.

2. Gangguan emosional, seperti gangguan mood, kecemasan, menarik diri dan keterasingan, serta stres akibat trauma.

3. Gangguan hubungan anak dengan orangtua dan keluarganya.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved