Minggu, 10 Mei 2026

Pembunuhan

Direktur Pemberitaan Sebut Progres Follow Up Tewasnya Editor Metro TV Yodi Prabowo, Ini Katanya

"Soal progres, Polda Metro Jaya bilang ada progres, tapi ya kita tidak mendapatkan secara detail seperti apa," kata Arief di Mapolda Metro Jaya, Jumat

Tayang:
Penulis: Budi Sam Law Malau |
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Direktur Pemberitaan Metro TV Arief Suditomo menemui jajaran Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jumat (24/7/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Direktur Pemberitaan Metro TV Arief Suditomo menuturkan dari hasil pertemuan pihaknya dengan jajaran Ditreskrimum Polda Metro Jaya dipastikan ada progres atau kemajuan yang berarti dalam pengungkapan tewasnya Editor Metro TV Yodi Prabowo.

"Soal progres, Polda Metro Jaya bilang ada progres, tapi ya kita tidak mendapatkan secara detail seperti apa," kata Arief di Mapolda Metro Jaya, Jumat (24/7/2020).

Ia meminta kepastian polisi agar cepat mengungkap kasus ini, "Karena semua orang menunggu," kata Arief.

Saat ditanya sebesar apa progres pengungkapan yang dikatakan polisi, Arief mengaku pihaknya tidak dalam kapasitas dan posisi mengejar hal itu.

"Kami serahkan sepenuhnya ke Polda Metro Jaya, dan Metro TV mensupport atau mendukung penuh penyelidikan," ujarnya.

Terkait pribadi dan kiprah Yodi Prabowo di kantor, Arief mengaku tidak terlalu mengenal Yodi.

Meskipun kata dia, dari keterangan karyawan lainnya, Yodi diketahui tidak pernah memiliki masalah.

"Karena saya baru, yang kedua dia jauh di bawah saya. Sehingga saya mengenal dia dari orang yang mendapat report langsung dari beliau," katanya.

Sejauh ini kata, Arief, ia tidak pernah mendengar ada masalah sama sekali dialami Yodi, baik dalam pekerjaan atau masalah pribadi.

"Saya tidak pernah mendengar adanya masalah sama sekali atas dia. Anak ini bukanlah tipe karyawan yang problematik," kata Arief.

Karenanya ia berharap kasus ini segera terungkap.

"Metro TV akan mensupport sepenuhnya Polda Metro Jaya dalam mengungkap kasus ini. Jadi ya mudah-mudahan secepatnya kita bisa mendapat jawaban," kata Arief.

"Sebab ini sebuah teka teki yang besar juga buat kami di kantor Sitiuasinya sama, keinginan tahuan teman-teman dan Metro TV, sama," katanya.

Sebelumnya Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengakui bahwa temuan jenazah yang sudah 3 hari meninggal dunia di lokasi temuan, menjadi kendala tersendiri.

"Karenanya kita harus mengumpulkan pelan-pelan semuanya, gak bisa terburu-buru. Karena ini mayat sudah hampir 3 hari di TKP. Ini menjadi hambatan tersendiri karena sudah terjadi pembusukan lanjutan di jenazah, dalam istilah forensik," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Kamis (23/7/2020).

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved