Minggu, 17 Mei 2026

Perseteruan China India

Hadapi China, India Menambah Belanja Drone Tempur dari Israel

Drone dapat dengan mudah menjangkau tempat-tempat yang tidak dapat diakses oleh manusia

Tayang:
Penulis: |
bharat-rakshak.com
Drone Heron buatan Israel yang digunakan militer India. 

Wartakotalive, Jakarta - Guna menghadapi China, India berencana memborong pesawat tanpa awak (drone) dari Israel, dan Amerika Serikat.

Laporan media India yang dikutip scmp.com, Senin, 20 Juli 2020, menyebut bahwa Pemerintah India berencana untuk membeli lebih banyak drone tipe Heron dari Israel, sementara Predator B dari AS juga ada dalam daftar belanjaan.

India berkepentingan untuk menambah arsenal pesawat tanpa awak untuk mengawasi perbatasan dengan China sepanjang sekitar 5.000 km.

Sebagian besar perbatasan tanpa tanda tersebut bermedan berat bagi manusia. Berada pada dataran tinggi, sampai 8.000 meter, dengan banyak jurang yang dalam.

Kondisi alam semacam itu hanya bisa dikontrol dengan pesawat tanpa awak, yang tak mengandung risiko nyawa, namun efektif.

"Drone dapat dengan mudah menjangkau tempat-tempat yang tidak dapat diakses oleh manusia, dan memantau tempat-tempat penting yang terlalu sulit untuk dipatroli," kata analis militer Zhou Chenming.

Dalam posisi sekarang, kata dia, India kalah jauh dari China pada sisi kualitas dan kuantitas drone.

Israel Aerospace Industries adalah pemasok utama drone untuk Angkatan Darat India, dengan model Heron dan Searcher untuk misi pengintaian dan penyerangan, serta jenis Harop yang digunakan untuk misi anti-radiasi.

Heron adalah unmanned aerial vehicles (UAV) jenis tempur dengan panjang sekitar 8,5 meter, yang mampu membawa beban persenjataan seberat 250 kg.

Pesawat ini memiliki kecepatan tertinggi 200 km/jam, dapat beroperasi hingga 52 jam, dan mampu terbang setinggi 10.000 meter.

Sebagai perbandingan, UAV Searcher hanya mampu terbang setinggi 6.100 meter, yang berarti ruang lingkup operasinya terbatas jika digunakan di wilayah perbatasan yang tinggi.

Perbatasan China-India sebagian berada di pegunungan tertinggi di dunia, dengan ketinggian rata-rata lebih dari 4.000 meter - beberapa puncak malah melebihi 8.000 meter - dan merupakan lingkungan yang keras bagi drone.

India memiliki sekitar 70 Heron. Pada tahun 2018, sebuah Heron melintas perbatasan dekat Doklam dan jatuh di wilayah China.

Setahun sebelumnya, drone India lainnya mengalami hal yang sama, meskipun model itu tidak diidentifikasi.

India juga telah mengembangkan drone tempur buatan sendiri - Rustom dan Rustom-II - tetapi masih belum masuk dalam peralatan militer.

Sebaliknya, Cina adalah salah satu produsen dan eksportir UAV terbesar di dunia, dan salah satu yang paling banyak digunakan oleh Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) adalah model pengintaian/penyerang GJ-2.

Wing Loong buatan China punya daya jelalah 1.500 km
Wing Loong buatan China punya daya jelalah 1.500 km, versi yang digunakan China disebut GJ-2 (Reuters)
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved