Rabu, 8 April 2026

Kabar Duka

Sapardi Djoko Darmono Meninggal Dunia, Ini Karya-Karya Puisinya

Sapardi Darmono Meninggal Dunia, Ini Karya-Karya Puisinya. Simak selengkapnya di dalam berita ini.

Gramedia.com
Sapardi Djoko Damono, penyair Indonesia angkatan 1970-an. Sapardi Darmono meninggal dunia pada Minggu (19/7/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sapardi Djoko Darmono meninggal dunia pada Minggu (19/7/2020). 

Dia adalah sastrawan Indonesia dengan segudang karya puisi yang indah.

Sapardi Djoko Damono meninggal dunia pukul 09.17 WIB di Rumah Sakit Eka Hospital BSD, Tangerang Selatan di usia 80 tahun.

Selama hidupnya, Sapardi Djoko Damono dikenal sebagai pujangga dan sastrawan besar.

 Jenazah Sastrawan Sapardi Djoko Damono Dimakamkan Minggu Sore di Bogor

Apa saja judul-judul puisi karya Sapardi Djoko Darmono? Sangat banyak puisi-puisinya dan indah. 

Sapardi Djoko Damono pernah menjadi Dekan Fakultas Sastra Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1999-2004.

Sapardi Djoko Damono telah menulis 47 buku sastra berupa novel, kumpulan puisi hingga kumpulan cerpen dan non sastra.

"lInna lillahi wa inna ilaihi raji'un
Telah meninggal dunia sastrawan besar Indonesia, Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono di Eka Hospital BSD, Tangerang Selatan pada hari ini 19 Juli 2020, pukul 09.17 WIB. #SapardiDjokoDamono," tulis akun puisi Joko Pinurbo di Twitter.

Dikutip dari Wartakotalive.com Kepala Biro Humas dan Kantor Informasi Publik Universitas Indonesia (UI) Amelita Lusia membenarkan kabar meninggalnya Sapardi Djoko Damono.

Aldi Taher Pastikan Maju di Pilkada Sulawesi Tengah, Bakal Bersaing dengan Pasha Ungu

Meninggalnya Sapardi langsung menjadi trending topik Twitter Indonesia pada Minggu pagi ini.

Warganet mengenang karya-karya puisi Sapardi yang begitu melegenda.

"Pada suatu hari nanti jasadku tak akan ada lagi, tapi dalam bait-bait sajak ini kau takkan kurelakan sendiri -SDD. selamat jalan, Pak Sapardi," tulis akun @diknacaesareann

“Aku mencintaimu. Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan keselamatanmu” Selamat istirahat dengan tenang, Prof," tulis Yuwi Handayani

"Yang fana adalah waktu. Kita abadi:
memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga
sampai pada suatu hari
kita lupa untuk apa.
“Tapi,
yang fana adalah waktu, bukan?”
tanyamu. Kita abadi.
#RestInPeace Pak Sapardi," tulis akun Jalan Tengah

BCL Luncurkan Lagu Bertajuk 12 Tahun Terindah, Rangkuman Kisah Cintanya bersama Ashraf Sinclair

1. Hujan Bulan Juni

Tak ada yang lebih tabah

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved