Pilkada Serentak
Pilkada Serentak akan Digelar, Mendagri Berharap jadi Potensi Stimulus Perekonomian di Daerah
Pilkada ini dapat dikategorikan sebagai program padat karya dan nanti juga akan ada dukungan dari APBDN.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian terus memonitoring perkembangan dan kesiapan daerah dalam menghadapi Pilkada Serentak.
Salah satu kesiapan yang paling penting ialah mengecek langsung pencairan dana Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dari masing-masing daerah.
Kalimantan Utara (Kaltara) merupakan provinsi satu-satunya yang berhasil transfer dana NPHD KPU dan Bawaslu 100%.
"Saya melihat bahwa setelah keliling lebih dari 10 provinsi, jujur saya katakan bahwa satu-satunya provinsi yang sudah memberikan 100% dana NPHD untuk KPU dan Bawaslu di daerah itu hanya Kaltara," kata Tito pada saat konferensi pers di Hotel Tarakan Plaza, provinsi Kaltara, Jumat (17/7/2020).
• Siswa Titipannya Gagal Masuk, Lurah ini Ngamuk di SMA Negeri 3 Tangsel
• CATAT! Polisi Mulai Berlakukan Kembali Tilang Elektronik dan Manual Pekan Depan
Provinsi Kalimantan Utara yang sudah berhasil mentransfer dana NPHD KPU dan Bawaslu 100% dari kota terdaftar ialah Provinsi Kalimantan Utara, Kabupaten Bulungan, Malinau, Nunukan, dan Tana Tidung.
Dana NPHD yang sudah ditransfer akan sangat menolong kelancaran pekerjaan KPU dan Bawaslu dalam mempersiapkan Pemilu Serentak yang sudah harus mengikuti protokol kesehatan Covid-19.
Mulai dari pembelian alat perlindungan, rapid test Covid-19, masker, penambahan TPS dan sebagainya.
"Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada rekan-rekan kepala daerah di Kaltara sehingga ini tidak ada menjadi alasan teman-teman KPU Bawaslu untuk tidak bekerja karena anggaran sudah ada," ujarnya.
Selain itu, harapannya penggunaan anggaran APBD dan APBDN juga tidak menjadi pertikaian.
Tito tegaskan agar Pemda dapat mengelola anggaran dengan baik.
"Anggaran dari APBN juga tahap pertama sudah dicairkan. Saya sudah cek, semua sudah diterima. Nanti ada tambahan anggaran dari APBN tahap kedua dan ketiga, tinggal kita kelola jangan sampai terjadi konflik apalagi konflik kekerasan," tegasnya.
Menurut Tito, Pilkada juga dapat menjadi stimulus ekonomi karena APBD yang akan dikeluarkan untuk biaya penyelenggaraan sebesar 60%.
• Anies Putuskan Tunda Pengoperasian Pariwisata Indoor Termasuk Bioskop di DKI, ini Alasannya
• Senin, 20 Juli, Empat Sekolah di Kota Bekasi ini Bakal Uji Coba Belajar Tatap Muka
Seperti tim sukses, kampanye dan lain-lain. Sehingga Pilkada ini dapat dikategorikan sebagai program padat karya dan nanti juga akan ada dukungan dari APBDN.
Tito sangat optimis dan mendoakan agar pesta demokrasi di Kaltara berlangsung lancar.
"Saya sekali lagi memberikan apresiasi dan rasa optimis saya bahwa Pilkada di Kaltara insya Allah akan berjalan lancar, anggarannya sudah ada, komitmen kita tetap kuat ya," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/mendagari-jangan-takut-orba.jpg)