PSBB Transisi Jakarta

Anies Putuskan Tunda Pengoperasian Pariwisata Indoor Termasuk Bioskop di DKI, ini Alasannya

“Sebagian dari operasi-operasi yang rencananya akan dibuka, terpaksa harus ditunda dulu sampai waktu yang lebih aman,” kata Anies.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Mohamad Yusuf
istimewa
Untuk memberikan rasa aman dan nyaman, seluruh bioskop di Indonesia, seperti jaringan bioskop XXI, telah melakukan pencegahan dan mengantisipasi virus corona, Senin (9/3/2020). Pengelola mulai menyemprotkan cairan disinfektan yang dipakai maskapai penerbangan internasional secara berkala dan menyiapkan hand sanitizer (sabun cuci tangan) di seluruh bioskop Indonesia. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan pemerintah daerah tetap menunda kegiatan pariwisata di dalam ruangan (indoor), salah satunya bioskop.

Hal ini mengacu pada perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) fase pertama hingga dua kali dari Jumat (17/7/2020) sampai Kamis (30/7/2020) mendatang.

“Sebagian dari operasi-operasi yang rencananya akan dibuka, terpaksa harus ditunda dulu sampai waktu yang lebih aman,” kata Anies melalui siaran YouTube Pemprov DKI Jakarta pada Kamis (16/7/2020) malam.

“Misalnya, pembukaan bioskop, pembukaan tempat hiburan indoor lainnya yang semula direncanakan akan beroperasi akhir bulan ini, maka harus ditunda izin operasinya sampai kondisi menunjukkan tren yang membaik,” lanjut Anies.

 Viral Pesepeda Dilarang Masuk Kawasan PIK, Sebut harus Pakai Paspor, ini Penjelasan Wali Kota Jakut

 Sudah Pulang ke Rumah, Hana Hanifah tetap Berpeluang Menjadi Tersangka, ini Penjelasan Polisi

Dalam kesempatan itu, Anies meminta kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap penularan Covid-19.

Warga jangan mengklaim bebas Covid-19 karena merasa tubuhnya sehat.

Padahal 66 persen warga Jakarta sepekan terakhir terinfeksi Covid-19 tanpa diiringi gejala batuk, demam dan flu.

“Jadi harus terus disiplin, menerapkan protokol kesehatan di manapun, kapanpun dan dalam situasi apapun. Warga juga terus saling mengingatkan, bila ada orang di sekitar kita yang tidak menjalani protokol kesehatan dengan baik maka tegur,” ujar Anies.

Anies juga mengimbau kepada masyarakat jangan merasa lelah dan bosan untuk menghadapi wabah Covid-19.

Masyarakat harus tetap semangat dan saling mengingatkan tentang protokol Covid-19, sehingga penularan Covid-19 dapat dicegah.

“Ingat, ikuti nasehat para ahli kesehatan. Mereka yang sangat memahami dan mereka bicara untuk keselamatan mereka semua,” imbuhnya.

 Kisah Sutrisna, Korban PHK Akibat Pandemi Covid-19 Terpaksa Gadaikan KJP untuk Berutang

 Tak lagi Pakai SIKM untuk Keluar Masuk Jakarta, Anies Terbitkan Layanan CLM, Berlaku Sepekan

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta kembali memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi fase pertama selama dua pekan atau 14 hari.

Kebijakan ini dimulai dari Jumat (17/7/2020) sampai Kamis (30/7/2020).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, keputusan itu diambil karena berkaca pada situasi wabah Covid-19 di Ibu Kota.

Sejak beberapa hari lalu, kasus harian Covid-19 di Jakarta cenderung tinggi, bahkan puncaknya sampai menembus 404 orang pada Minggu (12/7/2020) lalu.

“Kami di Pemprov DKI Jakarta, Gugus Tugas memutuskan untuk kembali memperpanjang fase satu PSBB transisi ini sampai dua pekan ke depan. Sebelum kita bisa beralih ke fase kedua,” kata Anies melalui siaran YouTube Pemprov DKI Jakarta pada Kamis (16/7/2020). (faf)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved