Breaking News:

Novel Baswedan Diteror

Kritik Vonis Ringan, Politikus PAN: Subuh-subuh Bawa Air Keras, Masa Menyiramnya Tidak Sengaja?

Wakil Ketua Komisi III DPR Pangeran Khairul Saleh menyesalkan vonis yang dinilai ringan, kepada dua tedakwa penyerang penyidik KPK Novel Baswedan.

YouTube @Official PN Jakarta Utara
Sidang pembacaan putusan perkara penganiayaan penyidik KPK Novel Baswedan, Kamis (16/7/2020). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR Pangeran Khairul Saleh menyesalkan vonis yang dinilai ringan, kepada dua tedakwa penyerang penyidik KPK Novel Baswedan.

Menurutnya, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang memvonis hukuman penjara 2 tahun dan 1,5 tahun, sangat ringan dan melukai rasa keadilan.

"Saya menilai vonisnya masih terlalu ringan."

Novel Baswedan: Begitulah Nasib Orang Berjuang Berantas Korupsi di Indonesia

"Dan ini betul-betul melukai rasa keadilan, menjadi tontonan publik yang membodohkan," kata Pangeran kepada wartawan, Jumat (17/7/2020).

Politikus PAN itu merasa heran dengan sikap terdakwa yang menyatakan apa yang dilakukannya terhadap Novel Baswedan bukan kesengajaan.

Menurutnya, tindakan terdakwa merupakan perbuatan yang telah direncanakan, dan merupakan tindakan penganiayaan berat terhadap pejabat negara.

Kedubes Belanda Ogah Berikan Bantuan Hukum untuk Maria Pauline Lumowa, tapi Siapkan Pengacara

"Subuh-subuh bawa air keras dengan sengaja, berarti menyiramnya juga dengan niat."

"Masa menyiramnya tidak sengaja?" ujar Pangeran.

Pangeran merasa sangat prihatin dengan nasib yang dialami Novel Baswedan.

TERUNGKAP! Djoko Tjandra Ternyata Adalah Konsultan Bareskrim Polri dan Berkantor di Trunojoyo

Akibat tindakan yang tidak beradab ini, Novel Baswedan mengalami cacat seumur hidup.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved