Belum Semua Pedagang dan Pegawai di Pasar Pramuka Ikut Rapid Test, Begini Langkah Pengelola
Pengelola Pasar Pramuka bekerja sama dengan Puskesmas Kecamatan Matraman, mengadakan rapid test
Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Agus Himawan
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Setelah ditutup selama tiga hari pada 11-13 Juli 2020, aktivitas di Pasar Pramuka Matraman, Jakarta Timur, kembali dibuka paa Selasa (14/7/2020). Guna mengidentifikasi adanya pedagang yang terpapar Covid-19, pengelola Pasar Pramuka bekerja sama dengan Puskesmas Kecamatan Matraman, mengadakan rapid test, Rabu (15/7/2020).
Kepala Pasar Pramuka, Saniyem, menjelaskan, baru ada 150 pedagang yang mengikuti rapid test yang diselenggarakan Puskesmas Kecamatan Matraman pada Rabu (15/7/2020). Padahal total pedagang beserta pegawainya yang beroperasi di Pasar Pramuka ada sekitar 1.000 orang.
• Afifah Alia Bersyukur DPP PDIP Terbitkan SK Balon Wakil Wali Kota Depok Atas Namanya
• Dirawat di RSUD dr Chasbullah Abdul Madjid, Begini Kondisi 5 ASN Kota Bekasi Positif Virus Corona
“Jadi yang ikut rapid test ini baru sekitar 15 persennya saja,” ucap Saniyem di lokasi, Rabu (15/70). Sedikitnya jumlah pedagang yang mengikuti rapid test disebabkan karena kuota dari Puskemas Matraman sangat terbatas.
“Karena kuota dari pihak Puskesmas Kecamatan Matraman terbatas, untuk rapid tes sekian ribu tidak mencukupi. Baik SDM-nya maupun waktunya juga terbatas,” ungkapnya.
Saniyem menambahkan bahwa Pasar Pramuka merupakan sentra penjualan alat-alat kesehatan dan obat-obatan terbesar di Jakarta. Pasar yang dikelolanya juga memegang peranan penting terhadap proses penjualan obat dan peralatan medis.
Sementara berkaitan dengan masih sedikitnya pedagang maupun pegawai toko yang ikut rapid test, maka pihaknya akan kembali mengajukan untuk mengadakan pemeriksaan rapid test secara bertahap guna mendeteksi ada tidaknya pedagang yang terpapar Covid-19.
• Tujuh Anggota TNI Terpapar Covid-19, Lima Sudah Sembuh dan Dua Jalani Isolasi
• 5 Tempat Parkir Laku di Pelelangan, Dishub Kota Tangsel Dapat Pemasukan Rp 14,8 Miliar
“Jadi kemungkinan nanti akan bertahap. Kalau sudah ada informasi dan kesempatan dari pihak Puskesmas Kecamatan Matraman, kita akan lakukan kembali, bekerja sama dengan paguyuban pedagang,” tutur Saniyem.
Mengenai hasilnya, Saniyem mengatakan, akan diumumkan oleh pihak Puskesmas Kecamatan Matraman selaku penyelenggara kegiatan. Apabila nantinya terdapat pedagang yang hasilnya reaktif, mereka diwajibkan untuk menjalani pemeriksaan swab yang hasilnya lebih akurat.
“Setelah di-swab, nanti pedagang tersebut akan menjalani isolasi mandiri dan untuk sementara waktu tidak diperbolehkan untuk beraktivitas di Pasar Pramuka sampai hasil swab-nya keluar,” ungkap Saniyem.
Sebelumnya,seorang pedagang Pasar Pramuka dinyatakan positif Covid-19. Ataas temuan itu pengelola memutuskan menghentikan operasional selama tiga hari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pasar-pramuka1157.jpg)