Jumat, 24 April 2026

Virus Corona

Jokowi: Perkiraan Puncak Penyebaran Covid-19 di Indonesia Agustus Atau September

Presiden Jokowi memprediksi puncak penyebaran Covid-19 di Indonesia akan terjadi pada Agustus dan September 2020.

Twitter/@jokowi
Presiden menyatakan pemerintah mengalokasikan dana Rp677,2 triliun untuk percepatan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memprediksi puncak penyebaran Covid-19 di Indonesia akan terjadi pada Agustus dan September 2020.

Hal itu disampaikan Presiden di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (13/7/2020).

"Kalau melihat angka-angka memang nanti perkiraan puncaknya ada di Agustus atau September, perkiraan terakhir," kata Presiden.

UPDATE Kasus Covid-19 di Indonesia 13 Juli 2020: Pasien Positif Tambah 1.282, 1.051 Orang Sembuh

Namun menurut Presiden, prediksi tersebut bisa berubah, apabila tidak ada langkah antisipasi yang tepat dalam penanggulangan Covid-19.

Oleh karena itu, kata Presiden, ia terus mengingatkan para menteri untuk bekerja keras.

"Tapi kalau kita tidak melakukan sesuatu, ya bisa angkanya berbeda."

Ini Kata Polisi Soal Dugaan Motif Asmara dan Orang Ketiga Dibalik Kematian Yodi Prabowo

"Oleh sebab itu saya minta pada para menteri untuk bekerja keras," tuturnya.

Sebelumnya Presiden Jokowi menyoroti lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di sejumlah daerah dalam rapat terbatas penanganan Covid-19 di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (13/7/2020).

Ada yang berbeda dalam rapat terbatas kali ini, Presiden meminta jajaran kabinetnya tidak menyampaikan laporan hasil penanganan.

Pasien Covid-19 di Jakarta Melonjak, Politikus PDIP: Anies Terlalu Banyak Cengengesan, Kurang Tegas

Melainkan, memberikan tanggapan atas lonjakan kasus yang terjadi.

"Tolong tidak usah memberikan laporan, tapi apa yang saya sampaikan itu tolong diberikan tanggapan," pinta Presiden.

Biasanya dalam rapat terbatas penanganan Covid-19. setelah Presiden memberikan pengantar, para menteri menyampaikan laporan kerja yang telah dilakukan.

KRONOLOGI WNA Tersangka Pencabul 305 Anak Bunuh Diri, Naik Tembok Kamar Mandi Lalu Ambil Kabel

"Saya harapkan nanti yang disampaikan adalah bukan laporan, apa yang harus kita kerjakan, problem lapangannya apa, dan pendek-pendek," tuturnya.

Dalam rapat tersebut, Presiden menyinggung lonjakan kasus di dua wilayah, yakni Jawa Barat dan DKI Jakarta. M

isalnya pada Kamis pekan lalu, lonjakan kasus terjadi di Jawa Barat dengan adanya temuan 1.262 kasus positif di Secapa AD.

Angka Positivity Rate Jakarta Melonjak Jadi 10,5 Persen, Jokowi: Tolong Betul-betul Jadi Perhatian

Sementara itu pada Minggu lalu lonjakan kasus terjadi di DKI Jakarta, yakni 404 kasus.

Dan, rasio perbandingan antara jumlah pasien positif dengan jumlah spesimen yang diperiksa atau positivity rate 10,5 persen, atau melonjak dua kali lipat.

 "Tolong ini menjadi perhatian" ucapnya.

Berikut ini sebaran kasus Covid-19 di Indonesia per 13 Juli 2020, dikutip Wartakotalive dari laman covid19.go.id:

JAWA TIMUR

Jumlah Kasus: 14.797 (19.2%)

SULAWESI SELATAN

Jumlah Kasus: 7.097 (9.2%)

JAWA TENGAH

Jumlah Kasus: 5.573 (7.2%)

JAWA BARAT

Jumlah Kasus: 5.160 (6.7%)

KALIMANTAN SELATAN

Jumlah Kasus: 4.218 (5.5%)

SUMATERA SELATAN

Jumlah Kasus: 2.703 (3.5%)

SUMATERA UTARA

Jumlah Kasus: 2.367 (3.1%)

PAPUA

Jumlah Kasus: 2.365 (3.0%)

BALI

Jumlah Kasus: 2.257 (2.9%)

SULAWESI UTARA

Jumlah Kasus: 1.680 (2.2%)

BANTEN

Jumlah Kasus: 1.600 (2.1%)

NUSA TENGGARA BARAT

Jumlah Kasus: 1.573 (2.0%)

KALIMANTAN TENGAH

Jumlah Kasus: 1.222 (1.6%)

MALUKU UTARA

Jumlah Kasus: 1.143 (1.5%)

MALUKU

Jumlah Kasus: 900 (1.2%)

SUMATERA BARAT

Jumlah Kasus: 800 (1.1%)

KALIMANTAN TIMUR

Jumlah Kasus: 695 (0.9%)

SULAWESI TENGGARA

Jumlah Kasus: 518 (0.7%)

DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Jumlah Kasus: 379 (0.5%)

GORONTALO

Jumlah Kasus: 363 (0.5%)

KALIMANTAN BARAT

Jumlah Kasus: 355 (0.5%)

KEPULAUAN RIAU

Jumlah Kasus: 332 (0.4%)

PAPUA BARAT

Jumlah Kasus: 286 (0.4%)

RIAU

Jumlah Kasus: 243 (0.3%)

KALIMANTAN UTARA

Jumlah Kasus: 215 (0.3%)

LAMPUNG

Jumlah Kasus: 209 (0.3%)

SULAWESI TENGAH

Jumlah Kasus: 193 (0.3%)

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

Jumlah Kasus: 172 (0.2%)

BENGKULU

Jumlah Kasus: 163 (0.2%)

SULAWESI BARAT

Jumlah Kasus: 143 (0.2%)

JAMBI

Jumlah Kasus: 122 (0.2%)

NUSA TENGGARA TIMUR

Jumlah Kasus: 121 (0.2%)

ACEH

Jumlah Kasus: 106 (0.1%). (Taufik Ismail)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved