Breaking News:

Mantan Kepsek SMAN 2 Depok Sebut Acara Tatap Muka Hanya Untuk Sosialisasi, Bukan MPLS

Mantan Kepala SMA Negeri 2 Kota Depok Muhammad Rahmat menyanggah kegiatan tatap muka di sekolah itu sebagai masa pengenalan lingkungan.

Warta Kota/Vini Rizki Amelia
Siswa baru mengikuti kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di SMA Negeri 2 Depok yang berlokasi di Kelurahan Abadijaya, Sukmajaya, Depok, Senin (13/7/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Mantan Kepala SMA Negeri 2 Kota Depok Muhammad Rahmat menanggapi adanya kegiatan tatap muka yang diadakan SMA Negeri 2 yang berlokasi di Kelurahan Abadijaya, Sukmajaya, Depok, Senin (13/7/2020).

Meski kini telah dirotasi mengisi jabatan di SMA Negeri 12, Cipayung, Depok,  Rahmat mengatakan kegiatan yang hari ini dilakukan oleh SMA N 2 masih dalam kontrol dirinya pada masa transisi perpindahan jabatannya.

Pada 10 Juli lalu, seluruh Kepsek SMAN dan SMKN se-Kota Depok dirotasi, termasuk Rahmat.

Tatap Muka di Sekolah Dilarang, SMAN 2 Depok Tetap Buka Masa Pengenalan Lingkungan di Sekolah

Ia mengatakan, kegiatan yang sebelumnya dikabarkan sebagai masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), nyatanya bukanlah seperti yang dikabarkan.

"Kegiatan tadi itu hanya sosialisasi menuju MPLS yang akan dilaksanakan mulai besok (14/7/2020) secara online," katanya saat dihubungi Warta Kota via telepon, Senin (13/7/2020).

Menurut Rahmat, kegiatan sosialisasi yang dilakukan adalah untuk menginformasikan segala keperluan yang dibutuhkan oleh siswa baru dalan pelaksanaan MPLS secara daring ataupun untuk proses belajar mengajar jarak jauh atau online.

Ide untuk menghadirkan para siswa baru ke sekolah, dikatakan Rahmat, telah dirancang mengikuti anjuran protokol kesehatan.

Diantaranya dengan membagi siswa persesi. Ada tiga sesi yang dilakukan, di mana tiap sesinya dalam satu kelas hanya diisi oleh 18 siswa.

Wali Kota Depok Tegaskan Tak Ada Izin SMAN 2 Depok Kumpulkan Murid di Sekolah Saat PSBB Proporsional

"Dan memang tadi pelaksanaannya pun cepat, karena memerhatikan protokol kesehatan juga,"

"Selain itu kami juga siapkan alat pengukur suhu tubuh, hand sanitizer, dan wajib menggunakan masker," kata Rahmat.

Rahmat pun mengaku, terkait ijin baik ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat selaku pemegang wewenang pendidikan tingkat SMA dan sederajat, maupun ke Pemerintah Kota (Pemkot) Depok tidak dilakukan oleh pihaknya.

"Ya memang kami tidak ijin karena kami melakukannya sesuai protokol kesehatan dan kegiatan juga dilakukan dengan cepat untuk menghindari adanya kerumunan," tutur Rahmat.

Setelah kegiatan sosialisasi hari ini, Rahmat mengaku SMA N 2 akan tetap melaksanakan MPLS dan juga belajar mengajar jarak jauh via daring.

"Sesuai dengan aturan, PJJ (Pelajaran Jarak Jauh) akan dilaksanakan hingga Desember nanti," akunya.

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved