Berita Jakarta
Pedagang Gesper Sekolah di Pasar Pagi Raya Tambora Sepi Pembeli
Fuad mengaku dagangannya tidak laku lantaran anak-anak tidak memerlukan gesper saat belajar secara online di rumah.
Penulis: Desy Selviany |
WARTAKOTALIVE.COM, TAMBORA - Berdiri di pinggir Jalan Pasar Pagi Raya, Tambora, Jakarta Barat, Fuad menjajakan dagangannya.
Beberapa biji gesper sekolah digantungkan di kedua tangannya.
Namun, meski sudah memasuki H-1 tahun ajaran baru, dagangan Fuad belum juga laris manis.
Fuad merupakan salah satu pedagang yang ikut terdampak akibat pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Pasalnya, anak-anak tidak mengenakan seragam lengkap plus ikat pinggang saat belajar online.
• Daftar 104 Kota dan Kabupaten Zona Hijau dan Boleh Tatap Muka Belajar di Sekolah Mulai Besok
• Orang Tua Murid : Perlengkapan Sekolah Paling Mahal Habiskan Rp 2 juta untuk Belajar secara Online
Walaupun Pasar Pagi ramai, tapi para pengunjung pasar tak menghampiri dagangan Fuad.
Mayoritas pengunjung pasar memburu alat tulis.
"Karena belajar online, penghasilan saya berkurang sampai 70 persen," ujar Fuad saat ditemui di pinggir Jalan Pasar Pagi Raya, Minggu (12/7/2020).
Menurut Fuad, para orang tua siswa tidak membeli gesper lantaran anak-anaknya tidak berangkat ke sekolah saat tahun ajaran baru mendatang.
• Besok DKI Selenggarakan MPLS, Setiap Sekolah Diwajibkan Membuat Profil saat MPLS 2020/2021
• Besok Kegiatan Belajar Mengajar Sekolah Dimulai di Kota Tangerang
Dia membandingkan penjualan gespernya dengan tahun lalu.
Tahun lalu, dia bisa menjual enam hingga tujuh lusin gasper.
Namun di tahun ini, untuk menjual tiga lusin ikat pinggang saja, dia tak mampu melakukannya.
"Mungkin orang tua baru membeli kalau anak-anak mereka sudah mulai masuk sekolah," katanya lagi.
• Sekolah Mulai Kembali, Empat Sekolah di Bekasi Diperbolehkan Belajar Secara Tatap Muka
• Mulai Senin (13/7/2020) Siswa di Jakarta Lakukan Pengenal Lingkungan Sekolah Secara Virtual
Berdasarkan pantauan Wartakotalive.com, masyarakat menyerbu di Pasar Pagi Raya, Tambora, Minggu (12/7/2020) siang.
Mereka umumnya mencari alat tulis di pasar yang terletak di Jalan Pasar Pagi Raya itu.
Setiap kios dan pedagang kaki lima yang menewarkan alat tulis diserbu pembeli.
Namun, pemandangan itu terlihat kontras dengan pedagang perlengkapan sekolah lain yang menawarkan tas, gesper, kaus kaki, dan sepatu yang sepi pembeli.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/penjual-gesper-di-pasar-pagi1.jpg)