Breaking News:

Sebut Stasiun Masih Jadi Klaster Penularan, Bima Arya Imbau Penumpang KRL Waspada dan Berhati-hati

Dari pengakuan orang yang terkonfirmasi positif tersebut, kata Bima Arya, penumpang tersebut sudah memakai masker dan menjalani protokol kesehatan

Penulis: Dedy | Editor: Dedy
Dok PPID DKI Jakarta
Hari Ini, Senin (15/6/2020), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke Bogor. Ditemani Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Wali Kota Bogor Bima Arya, Kepala BPTJ Polana Pramesti dan Direktur Utama PT KCI Wiwik Widayanti, Anies memantau pengerahan 50 bus sekolah gratis untuk mengangkut penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line, dari Stasiun Bogor menuju ibu kota DKI Jakarta. 

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR --- Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengingatkan kepada masyarakat yang setiap hari menggunakan moda transportasi kereta untuk selalu waspada dan berhati-hati.

Seruan ini disampaikan Bima menyusul ditemukannya dua orang warga Kota Bogor yang dinyatakan positif Covid-19 setelah menjalani swab test di Stasiun Bogor pada Selasa (7/7) lalu.

“Dua penumpang ini adalah pengguna layanan KRL,” kata Bima Arya Sugiarto, saat meninjau pelaksanaan swab tes massal di Terminal Baranangsiang, Jumat (10/7/2020) seperti dilansir TribunnewsBogor.com.

Dari pengakuan orang yang terkonfirmasi positif tersebut, kata Bima Arya, penumpang tersebut sudah memakai masker dan disiplin menjalani protokol kesehatan.

“Jadi dengan data ini saya mengimbau warga tetap waspada dan hati-hati karena stasiun masih menjadi potensi klaster penularan Covid-19,” ujar Bima.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor dr Sri Nowo Retno mengatakan bahwa Dinkes Kota Bogor menerima hasil swab tes massal di Stasiun Bogor Kamis (9/7) malam.

Melalui tim tracing dan tim lacak, Dinkes Kota Bogor langsung menghubungi orang yang dinyatakan positif Covid-19 tersebut.

“Kita baru mendapatkan hasilnya tadi (Kamis--red) malam dan itu warga Kota Bogor. Terus kami langsung menghubungi yang bersangkutan dan kami juga melakukan tracing dengan tim lacak di kelurahan,” katanya seperti dilansir TribunnewsBogor.com.

Dari data yang diterima Dinas Kesehatan dua orang tersebut tidak memiliki riwayat berpergian.

Aktifitas yang dijalani setiap hari hanya mobilitas bekerja Bogor Jakarta dan sebaliknya menggunakan KRL.

Saat ini Dinas Kesehatan Kota Bogor akan segera melakukan isolasi kepada yang bersangkutan.

Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved