Jumat, 8 Mei 2026

Virus Corona

Waspada, Resesi Ekonomi di Eropa Akibat Pandemi Covid-19 Lebih Buruk dari Perkiraan

Komisi Eropa mengeluarkan peringatan tentang resesi ekonomi akibat pandemi Covid-19 yang berlangsung lebih buruk dari yang diperkirakan.

Tayang:
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan delegasi EU-ASEAN Business Council di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (28/11/2019). Pertemuan itu membahas sejulah peluang kerjasama ekonomi kedua pihak. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Komisi Eropa mengeluarkan peringatan tentang resesi ekonomi akibat pandemi Covid-19 yang berlangsung lebih buruk dari yang diperkirakan.

Tahun ini ekonomi zona euro akan jatuh dalam resesi yang lebih suram dari perkiraan semula, dan pemulihan ekonomi pada 2021 akan kurang kuat, demikian menurut prakiraan ekonomi yang dirilis oleh Komisi Eropa, Selasa (7/7/2020).

Perkiraan ekonomi terbaru itu memprediksi bahwa ekonomi 19 negara yang menggunakan Euro akan menyusut sebesar 8,7% pada tahun 2020 sebelum kemudian pulih sebesar 6,1% di tahun depan.

Ekonom INDEF Menilai APBN Tak Dipersiapkan untuk Menghadapi Resesi Ekonomi Dunia

Sementara untuk 27 negara anggota Uni Eropa (UE), penurunan sebesar 8,3% diperkirakan akan terjadi pada tahun 2020, sebelum kemudian tumbuh lagi sebesar 5,8% pada tahun 2021.

Ini berarti bahwa tahun 2021 ekonomi Eropa akan tetap lebih buruk daripada sebelum pecahnya wabah COVID-19.

Pada Mei lalu, Komisi Eropa memperkirakan penurunan keseluruhan sebesar 7,7% pada tahun 2020 dan kembali menguat sebesar 6,3% di tahun depan.

Tingkatkan Kewaspadaan Potensi Hadirnya Resesi Ekonomi, Tahun Ini

“Dampak ekonomi dari tindakan penguncian lebih parah dari yang kami perkirakan,” kata Wakil Presiden Komisi Eropa, Valdis Dombrovskis dalam sebuah pernyataan yang dirilis bersama dengan perkiraan ekonomi terbaru tersebut.

Perbedaan drastis antara negara-negara UE.

“Prakiraan musim panas itu menunjukkan, pertama bahwa jalan menuju pemulihan masih diliputi ketidakpastian,” kata Komisaris Ekonomi Uni Eropa Paolo Gentiloni pada konferensi pers di Brussels, Belgia.

“Perbedaan antara negara-negara anggota juga diperkirakan menjadi lebih besar”, tambahnya.

KKG Beberkan Resesi Ekonomi Indonesia Gawat karena Menyakitkan

Ekonomi Prancis, Italia, dan Spanyol diperkirakan akan berkontraksi lebih dari 10% sebelum melakukan pemulihan parsial tahun depan.

Jerman, ekonomi terbesar Eropa, dipatok akan mengalami kontraksi yang relatif ringan sebesar 6,3% tahun ini dan diikuti penguatan kembali sebesar 5,3% pada tahun 2021.

Belanda dan Polandia juag diperkirakan akan mengalami kontraksi yang tidak terlalu ekstrem, kata laporan itu.

6 dari 10 Warga AS Yakin Resesi Ekonomi Terjadi di AS Tahun Depan

“Respons kebijakan seluruh Eropa telah membantu meredam ‘pukulan’ bagi warga negara kami, namun tetap saja ada peningkatan divergensi, ketidaksetaraan dan ketidakamanan,” kata Gentiloni.

“Inilah sebabnya mengapa sangat penting untuk cepat mencapai kesepakatan mengenai rencana pemulihan yang diusulkan Komisi – untuk menyuntikkan kepercayaan baru dan pembiayaan baru dalam ekonomi kita di masa kritis ini,” tambahnya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved