MotoGP

Valentino Rossi Menyesal Pernah Membela Ducati

Valentino Rossi menyesali keputusannya bergabung ke Ducati, demi memenuhi ambisi meraih gelar juara MotoGP bersama produsen sepeda motor dari Italia.

Penulis: Merdi Iskandar | Editor: Merdi Iskandar
MotoGP
Valentino Rossi dengan helm edisi khusus motif kura-kura di MotoGP Italia 2013. 

Valentino Rossi menyesali keputusannya bergabung ke Ducati, demi memenuhi ambisi meraih gelar juara MotoGP bersama produsen sepeda motor dari negaranya, Italia.

Rossi telah menjajal berbagai merek motor, mulai dari Aprilia, Honda, Yamaha, dan Ducati.

Rossi membela Aprilia, merek asal Italia, saat bertarung di kelas 125 cc dan 250 cc.

Bersama tim itu dia masing-masing meraih satu gelar juara di kelas 125 cc dan 250 cc.

Saat bertarung di kelas 500 cc dan kemudian berganti nama jadi MotoGP, Rossi membela dua pabrikan asal Jepang, yaitu Honda dan Yamaha.

Bersama dua merek itu dia meraih satu gelar juara 500 cc dan enam trofi juara MotoGP.

Valentino Rossi kala membela Ducati.
Valentino Rossi kala membela Ducati. (pinterest.com)

Fakta itu yang membuat Rossi terobsesi meraih gelar juara bersama produsen kuda besi dari negaranya, yaitu Ducati.

Pada musim 2011, Rossi memilih Ducati sebagai pelabuhan baru, setelah menghabiskan tujuh musim bersama Yamaha.

Pebalap berjuluk The Doctor itu dinilai Ducati menjadi sosok yang tepat untuk mengembalikan kejayaan mereka, setelah ditinggal Casey Stoner.

Namun, performa memukau Rossi bersama tim terdahulu tidak cukup bagi dia untuk mengangkat bendera Ducati berkibar lagi.

Pada musim pertama dengan motor Ducati Desmosedici GP11, tahun 2011, Rossi tidak pernah meraih kemenangan dan hanya satu kali saja berada di atas podium.

Harapan Rossi untuk tampil lebih baik pada musim berikutnya menyeruak dengan pengembangan yang dilakukan Ducati pada sepeda motor mereka.

Namun, lagi-lagi Rossi gagal bersinar dan hal itu yang disesalkannya.

Pebalap Ducati, Valentino Rossi dan Nicky Hayden.
Pebalap Ducati, Valentino Rossi dan Nicky Hayden. (motorsport.com)

“Sayangnya, bersama Ducati berjalan lebih sulit, terutama pada awal musim 2012. Kami punya banyak harapan setelah penampilan buruk pada tahun 2011. Pada tahun 2012 kami punya motor baru dengan harapan bisa kompetitif,“ tutur dia, seperti dilansir Motorsport.

Pada tahun keduanya bersama Ducati, performa Rossi tidak mengalami perubahan meski bisa bisa dua kali naik podium.

Situasi sulit itu yang disesali Rossi, bahkan dia sempat berpikir untuk gantung helm alias pensiun.

“Namun, sayang, musim 2012 juga berjalan sangat sangat sulit dan saya sempat berpikir untuk mengakhiri karier saya sebagai seorang pebalap,“ ucap Rossi.

Setelah melewati masa kelam bersama Ducati, Rossi dapat kesempatan keduanya membela Yamaha pada tahun 2013.

“Momen itu menjadi momen yang sulit untuk karier saya, karena saya pikir akan pensiun andai tidak punya kesempatan kembali ke Yamaha,“ ujarnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved