Rabu, 22 April 2026

Berita Jakarta

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Libatkan Bank DKI Hadapi New Normal

Pemberian kredit ringan ini merupakan bentuk stimulus lain untuk menggerakan roda perekonomian di ibu kota.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Agus Himawan
istimewa
Layanan Bank DKI 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta melibatkan PT Bank DKI untuk menghadapi kenormalan baru (new normal) demi memulihkan perekonomian warganya akibat wabah Covid-19.

Keberadaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta itu diharapkan bisa membantu pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) untuk bangkit kembali.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengaku, pihaknya telah merancang konsep pemulihan ekonomi menjelang kenormalan baru dengan mengundang para ahli di bidangnya. Salah satu cara untuk membangkitkan kembali ekonomi para pelaku UKM melalui kredit usaha rakyat (KUR) Bank DKI.

Kombes Yusri Yunus Sebut 11 WNA Nigeria yang Diamankan Polisi Dipastikan Langgar Izin Tinggal

VIDEO: Anak Buah John Kei Bagi-bagi Senjata di Lapangan Arcici Sebelum Melakukan Penyerangan

“Insyaallah dalam waktu dekat (akan disampaikan), karena sudah kami rumuskan solusi yang terbaik supaya Jakarta bisa segera bangkit,” kata pria yang akrab disapa Ariza berdasarkan keterangan resmi Senin (6/7).

Politisi Partai Gerindra ini menyebut, pemerintah pusat maupun daerah berkewajiban untuk memulihkan perekonomian masyarakat akibat dampak Covid-19. Karenanya sebagai badan usaha yang bergerak di bidang perbankan di Jakarta, Ariza berharap Bank DKI dapat membantu memberikan kredit yang ringan sebagai modal usaha.

Pemberian kredit ringan ini merupakan bentuk stimulus lain untuk menggerakan roda perekonomian di ibu kota. Soalnya DKI berencana akan memberikan instentif pajak dan perizinan kepada pelaku usaha yang saat ini masih dikaji formulasinya.  “Jadi, pak gubernur dan saya sudah rapat di lingkup internal untuk membahas hal ini,” ujarnya.

Tak Ada Seleksi Gara-gara Covid-19, HUT ke-75 RI Pakai Anggota Paskibraka Tahun Lalu

Sebelum Bakar Mobil Alphard Putih, Pelaku Mengaku Ingin Bertemu, Tapi Mengapa Via Vallen Menolaknya?

Menurutnya, masyarakat Jakarta harus bersiap menghadapi kenormalan baru, karena nantinya aktivitas masyarakat akan berjalan normal. Namun masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Beda halnya dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi saat ini, DKI hanya memperbolehkan aktivitas masyarakat di sektor ekonomi, pariwisata dan sebagainya mencapai 50 persen dari kapasitas.

“Berbagai program sudah kami siapkan, tapi sekarang kami masih fokus dalam penanganan dan pencegahan Covid-19 itu sendiri bagaimana memastikan bahwa penyebaran virus ini bisa segera berakhir,” jelasnya.

Ragamnya Persoalan Bangsa yang Belum Teratasi, RUU PIP Harus Segera Dibentuk

Laporan Kasus Ledakan Diduga Bom Rakitan di Menteng Dilimpahkan, Polisi Menunggu Hasil Puslabfor

Berdasarkan catatannya, angka reproduksi (Rt) Covid-19 di Jakarta saat ini berada di bawah 1 atau tepatnya 0,98. Angka ini dianggap baik karena tingkat penularan Covid-19 antarpribadi masyarakat semakin rendah.

Dia yakin setelah PSBB transisi berakhir, DKI akan memasuki kenormalan baru. Asalkan masyarakat patuh terhadap protokol kesehatan Covid-19 seperti memakai masker, berjaga jarak, rajin mencuci tangan dan hindari kerumunan.

“Sekarang Rt memang sudah berada di bawah angka 1, sekalipun ada pelonggaran tapi kita harus tetap berhati-hati. Di PSBB transisi ini pada minggu-minggu depan, kami akan tingkatkan lagi dari, sanksi juga, aparat dan regulasinya juga,” ungkapnya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved