Berita Eksklusif

Hanya Boleh Beli Satu Sepeda Brompton, Baru Dapat Barang setelah Menunggu Dua Minggu

Stok terbatas karena perusahaan yang memproduksi sepeda Brompton mengurangi jumlah karyawan yang masuk di masa pandemik Covid-19.

Editor: Lucky Oktaviano
Tribunnews.com
Sejumlah anggota Komunitas Brompton Riders Bekasi (Broder) bersepeda bersama di Kota Bekasi, Minggu (5/7/2020). 

”Pemerintah menerapkan peraturan setiap kendaraan yang masuk ke London harus membayar charge tersendiri. Ongkos parkir juga mahal, per jam bisa sampai 7 atau 8 poundsterling untuk mobil diesel,” tambah Wahyu.

Sejumlah kantor memberi insentif kepada karyawan yang menggunakan sepeda. Insentif diberikan karena adanya program bike for work.

Insentif berupa pinjaman lunak atau diskon, sehingga mendorong warga Inggris berangkat dan pulang kerja memakai sepeda.

Bisa dilipat

Brompton dirancang pertama kali pada 1975 oleh Andrew Ritchie, di South Kensington, London, Inggris.

Bermula dari kesulitan Ritchie memasukkan sepeda konvensional ke apartemennya sehingga ia ingin menciptakan sepeda yang bisa dilipat.

Nama Brompton dipilih karena apartemen Andrew menghadap ke Brompton Oratory di South Kensington, London.

Pada 1981, sepeda lipat ini mulai diproduksi di Kota Brentford, Inggris dan terciptalah sepeda ukuran 28x60x60 cm setelah dilipat.

Pada 1995, sepeda ini mendapatkan Royal Recognition yang merupakan penghargaan dari Ratu Inggris.

Penghargaan ini melambungkan nama sepeda Brompton. (Tribunnews Network)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved