Breaking News:

Berita Eksklusif

Hanya Boleh Beli Satu Sepeda Brompton, Baru Dapat Barang setelah Menunggu Dua Minggu

Stok terbatas karena perusahaan yang memproduksi sepeda Brompton mengurangi jumlah karyawan yang masuk di masa pandemik Covid-19.

Tribunnews.com
Sejumlah anggota Komunitas Brompton Riders Bekasi (Broder) bersepeda bersama di Kota Bekasi, Minggu (5/7/2020). 

Wahyu mengatakan, sepeda Brompton sudah menjadi alternatif moda transportasi untuk berangkat maupun pulang kerja bagi warga Inggris.

Sepeda Brompton diminati semua kalangan, mulai dari pelajar dan mahasiswa, hingga para pekerja kantor.

Sepeda Brompton menjadi pilihan warga Inggris karena sangat simpel, sangat praktis, dan bisa dilipat sehingga sangat mudah dibawa ke mana-mana.

Berat sepeda Brompton maksimal hanya 12 kilogram.

”Jadi sangat ringan untuk ditenteng, itu memudahkan orang untuk membawanya, baik saat mereka harus menaiki kendaraan umum dan juga bisa dimasukkan ke kantor. Brompton tidak memerlukan parkir khusus,” katanya.

Di kota-kota seperti Cambridge dan Oxford, banyak mahasiswa yang lebih suka naik sepeda dibandingkan naik bus.

Pemerintah Kota Oxford dan Cambridge juga melarang para mahasiswa menggunakan kendaraan pribadi agar mencegah kemacetan di dua kota kecil tersebut.

Demikian juga di kota London.

”Pemerintah menerapkan peraturan setiap kendaraan yang masuk ke London harus membayar charge tersendiri. Ongkos parkir juga mahal, per jam bisa sampai 7 atau 8 poundsterling untuk mobil diesel,” tambah Wahyu.

Sejumlah kantor memberi insentif kepada karyawan yang menggunakan sepeda. Insentif diberikan karena adanya program bike for work.

Halaman
1234
Editor: Lucky Oktaviano
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved