Berita Jakarta

Diduga Pakai Narkoba, Pengamat Sayangkan Razia Diskotek Top One Tidak Dibarengi Tes Urine

Pengamat Sayangkan Razia Diskotek Top One Tidak Dibarengi Tes Urine. Hal Tersebut menjadi bukti ketegasan Pemprov DKI dalam membasmi narkoba

Wartakotalive.com/Desy Selviany
Pengunjung diskotek Top One didata karena ketahuan melanggar PSBB Jumat (3/7/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, PALMERAH - Ketua Dewan Pimpinan Satuan Tugas (DPP Satgas) Anti Narkoba, Anhar Nasution menyayangkan pemprov DKI Jakarta yang tidak adakan tes urin di Diskotek Top One saat gelar razia pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Pasalnya, Anhar meyakini bahwa ada hal lain yang dilanggar Top One selain melanggar PSBB masa transisi.

“Jadi harusnya semua terlibat, jadi tidak hanya protokol kesehatan saja yang diperiksa. Namun juga harusnya periksa peredaran disana,” kata Anhar menanggapi penggrebekan di diskotik Top One, Minggu (5/7/2020).

Diketahui Jumat (3/7/2020) Satpol PP Jakarta Barat bersama Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta menggerebek diskotek Top One, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Dari hasil razia itu ratusan pengunjung berhasil terjaring karena melanggar ketentuan PSBB.

Dalam penggerebekan diskotek itu dipastikan melanggar PSBB masa transisi karena tetap beroperasi meski sudah dilarang.

Anhar menyebut, seharusnya saat razia, pihak Satpol PP dan Disparekraf melibatkan polisi atau BNN. Hal itu untuk memeriksa sekaligus urin para pengunjung diskotek.

Sebab menurutnya, narkoba di tempat hiburan bukanlah hal yang baru.

Sejak dahulu, menurutnya narkoba telah beredar di tempat hiburan malam.

Karena itu dalam penindakan dan razia di tempat hiburan malam, ia menyarankan tes urine wajib dilakukan.

Halaman
12
Penulis: Desy Selviany
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved