Breaking News:

PSSI

Akmal Mahali: Panduan Protokol Kesehatan PSSI Belum Cukup untuk Karakter Masyarakat Indonesia

Menurut Akmal Mahali, panduan protokol kesehatan dari PSSI belum cukup, karena masyarakat Indonesia kurang disiplin.

dailymail.co.uk
Pemain Manchester City dan Arsenal berlutut dengan satu kaki, di Stadion Etihad, Manchester, Inggris, Kamis (18/6/2020) dini hari WIB. Aksi ini merupakan dukungan untuk gerakan "Black Lives Matter". 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Persatuan Sepak bola Indonesia (PSSI) sudah mengeluarkan panduan protokoler kesehatan di masa adaptasi Covid-19.

Panduan dalam bentuk buku tersebut dibuat PSSI bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan sepak bola Indonesia, antara lain Plt Sekjen, Wakil Sekjen, Komite Eksekutif (Exco), Direktur Teknik, Ketua tim Medis PSSI, dan tim Dokter Timnas Indonesia.

PSSI mempersiapkan panduan itu untuk diterapkan dalam pelaksanaan kompetisi Liga 1 dan Liga 2, yang akan dimulai kembali pada bulan Oktober 2020.

Pengamat sepak bola Akmal Mahali saat sedang bersama Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan.
Pengamat sepak bola Akmal Mahali saat sedang bersama Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan. (istimewa)

Disiplin masyarakat

Hanya saja, buku panduan tersebut dinilai belum cukup untuk menyelenggarakan kompetesi sepak bola di Indonesia.

Pengamat sepak bola, Akmal Marhali mengatakan, PSSI memang sudah mengeluarkan buku panduan  pedoman penyelenggaraan Liga 1 dan Liga 2 di masa pandemi Covid-19.

Namun, kekhawatiran Akmal tertuju kepada kedisiplinan seluruh pihak untuk menjalankan panduan itu.

Pria yang juga koordinator Save Our Soccer (SOS) itu memberikan contoh, masyarakat di Indonesia masih rendah dalam hal kedisiplinan dan menaati aturan yang telah ditetapkan pemerintah.

Peraturan social distancing dan physical distancing  selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masih sering dilanggar oleh masyarakat di Indonesia.

"Saya ragu untuk menerapkan ini (protokol kesehatan), karena orang Indonesia disiplinnya masih rendah. Contohnya 4 bulan lebih kita dianjurkan pemerintah untuk jaga jarak, tetapi masih banyak yang melanggar," kata Akmal Marhali .

Halaman
12
Penulis: Wahyu Septiana
Editor: AC Pinkan Ulaan
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved