Kasus Narkoba

Ada 100 Tersangka Narkoba Divonis Hukuman Mati di 2020, Kapolri: Mudah-mudahan Cepat Dieksekusi

Kapolri Jenderal Idham Azis menuturkan sepanjang 2020 ada sekitar 100 tersangka narkoba di seluruh Indonesia yang sudah divonis mati oleh pengadilan.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Andy Pribadi
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Arman Depari didampingi Kapolri Jenderal Idham Azis dan Ketua MPR Bambang Soesatyo memasukkan narkoba ke mesin incenerator untuk dimusnahkan di Lapangan Promoter Ditlantas Mapolda Metro Jaya, Kamis (2/7/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Kapolri Jenderal Idham Azis menuturkan sepanjang 2020 ada sekitar 100 tersangka narkoba di seluruh Indonesia yang sudah divonis mati oleh pengadilan.

"Dalam proses hukum sudah sepatutnya tersangka narkoba dituntut berat.

"Dalam kurun tahun 2020 ini, sudah ada 100 tersangka yang divonis mati pengadilan. Mudah-mudahan ini cepat dieksekusi.

"Di Filipina Presidennya langsung turun tangan untuk narkoba ini," kata Idham saat pemusnahan 1,2 ton sabu, 35 ribu butir ekstasi dan 410 kg ganja di Mapolda Metro Jaya, Kamis (2/7/2020).

Meski begitu kata dia, hal ini tampaknya tidak membuat para jaringan pengedar narkoba jera.

Bahkan katanya kasus narkoba sudah sangat memprihatinkan karena dapat melibatkan siapa saja, termasuk personel polisi.

Menurut Idham, anggota polisi yang terbukti terlibat dan mengonsumsi narkoba pantas dihukum mati.

"Kalo polisi kena dan teribat narkoba, hukumannya harusnya mati. Karena dia tahu undang-undang dan tahu hukum," kata Idham.

Menurut Idham banyaknya barang bukti narkoba hasil pengungkapan Mei dan Juni 2020 membuat pihaknya khawatir, sehingga memerintahkan untuk segera dimusnahkan.

"Karena bahaya narkoba bisa datang dari luar dan dari dalam. Dari luar ya orang luar dan dari dalam, ya polisi itu sendiri," kata Idham.

"Jika narkoba ini tidak cepat dimusnahkan, iman goyang, pegang segenggam, bisa dapat miliaran. Makanya saya minta segera dimusnahkan," kata Idham.

Menurut Idham, dirinya cukup sering dan rewel meminta Ditnarkoba agar memastikan pengamanan barang bukti narkoba.

"Juga saya minta cek anggota untuk dites urine. Karena banyak kejadian polisi kena narkoba. Dan hukumannya harusnya mati," tegasnya lagi.

Menurut Idham penanganan narkoba harus dilakukan secara komperehensif.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved