Berita Video
VIDEO: Kisah Kompol Ocha, Polwan Satu Anak Pengungkap 1 Ton Narkoba
Ocha menjadi satu di antara ribuan Polwan yang berhasil menduduki jabatan tinggi di Kepolisian RI
Penulis: Desy Selviany | Editor: Ahmad Sabran
Ocha hanya diizinkan pulang sepekan sekali untuk mengganti baju dan menengok sebentar anak dan suaminya di Jakarta.
"Saya boleh pulang sepekan sekali saat itu. Tapi itu juga hanya subuh dan kembali lagi ke Anyer di pagi hari," jelas Ocha.
Namun menurut Ocha, keluarganya sudah maklum dengan profesinya. Wanita kelahiran 1986 itu juga mengaku tetap berusaha bersikap profesional meskipun menyandang status sebagai ibu dan seorang istri.
"Suami saya selama ini mendukung profesi saya. Pun dengan orang tua saya juga mendukung hal itu," paparnya.
Ocha menjelaskan, terpenting bagi suami dan orang tuanya ialah pekerjaannya bisa membawa manfaat bagi orang banyak dan prestasi yang membuat bangga keluarga.
Namun demikian, Ocha mengakui bahwa putri semata wayangnya tetaplah yang menjadi prioritas dalam kehidupannya.
Wanita yang memulai karir di Polda Sulawesi Tenggara itu tetap utamakan putrinya dalam kehidupannya.
"Tapi anak tetap prioritas. Kalau anak lagi butuh apa saya tetap izin. Kalau memang di lapangan enggak bisa baru saya koordinasi dengan bapaknya," ujar wanita yang menikah di tahun 2012 itu.
Perjuangan Ocha di ranah pengungkapan kasus narkoba tidak sia-sia. Lewat tangkapan satu ton sabu, Ocha mendapatkan KPLB (Kenaikan Pangkat Luar Biasa).
Sehingga pada September 2017 Ocha dapat promosi jadi Kanit Narkoba Polda Metro Jaya (PMJ) selama 3 tahun.
Selama menjadi Kanit Narkoba di PMJ, Ocha sudah banyak mengungkap jaringan narkotika salah satunya Jaringan Vape dan Ganja Sintetis terbesar di Indonesia.
Wanita berambut sebahu itu juga sudah meraih banyak pin emas baik dari Kapolri maupun Ibu Presiden Republik Indonesia.
Hingga akhirnya Ocha mendapatkan promosi menjadi Wakasat Polres Metro Jakarta Barat di tahun 2020 ini.
Saat ini Ocha mengaku dapat membagi waktu lebih banyak dengan keluarganya.
Posisinya yang sudah menjabat sebagai wakil pimpinan Satnarkoba di Kepolisian membuatnya jarang turun ke lapangan untuk mengungkapkan kasus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20170817dapat-kenaikan-pangkat-dari-kapolri-akibat-satu-ton-sabu1_20170817_214750.jpg)