Senin, 20 April 2026

PSBB Jakarta

Pemrov DKI Perketat Pengawasan 300 Pasar di Jakarta Selama Perpanjang PSBB Transisi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan perketat pengawasan di 300 pasar di Jakarta menyusul diperpanjangnya massa PSBB transisi.

Penulis: Joko Supriyanto |
Warta Kota/Joko Supriyanto
Suasana Pasar Rawa Kerbau Cempaka Putih yang mulai hari ini menerapkan sistem ganjil genap, beberapa pengunjung yang datang pun harus dilakukan pemeriksan ketat. Selasa (16/6). 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan perketat pengawasan di 300 pasar di Jakarta menyusul diperpanjangnya massa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi.

Pihak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan jika 300 Pasar yang akan dilakukan pengawasan ketat itu diantaranya 153 berada di bawah kelola Perumda Pasar Jaya, sedangkan 150 lainnya bersifat komunitas.

"Ke depan, unsur TNI, polisi, ASN, akan diterjunkan untuk mengawasi secara ketat pasar-pasar di DKI Jakarta," kata Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (1/7/2020).

BREAKING NEWS: Pemprov DKI Perpanjang PSBB Transisi hingga 2 Minggu ke Depan

Dikatakan Anies, pada periode PSBB transisi waktu operasional Pasar di DKI Jakarta dilakukan pembatasan.

Untuk itu fi di massa perpanjangan PSBB transisi periode kedua ini maka, pembatasan jam operasional akan di kembalikan.

Bahkan aturan ganjil genap yang telah dilakukan di seluruh Pasar di Jakarta pun juga akan di hapuskan.

Sehingga seluruh pasar yang berada di DKI Jakarta akan kembali normal.

"Jam operasinya akan dikembalikan normal dan juga dalam ganjil genap dalam pasar akan ditiadakan, tapi jumlah orang masuk pasar akan dikendailkan," kata Anies.

Anies menyampaikan meski jam operasinya pasar dikembalikan secara normal, dan aturan ganjil genap kios pedagang tidak diberlakukan.

Namun akan melakukan pembatasan jumlah pengujung akan masuk pasar.

"Jadi jumlah yang masuk pasar tidak boleh melebihi 50 persen kapasitas di pasar dan ini dikendalikan oleh petugas yang ditempatkan di depan pintu masuk pasar," ucapnya.

Anies Sebut Tidak Ada Aturan Ganjil Genap di Pasar di Massa Perpanjangan PSBB Transisi

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan di massa perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) aturan ganjil genap di sejumlah pasar akan ditiadakan.

Meskipun aturan ganjil genap ditiadakan, Pemprov DKI Jakarta akan melakukan pembatasan jumlah pengujung yang akan masuk ke pasar tidak melebihi 50 persen kapasitas.

"Ganjil genap dalam pasar akan ditiadakan, tapi jumlah orang masuk pasar akan dikendalikan. Jadi jumla yang masuk pasar tidak boleh melebihi 50 persen kapasitas," kata Anies.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved