Selasa, 21 April 2026

Berita Internasional

Balas Tindakan AS, China Minta Empat Media AS Laporkan Informasi Operasional Terperinci

China meminta empat perusahaan media asal AS yang bekerja di negaranya untuk melaporkan rincian informasi operasional mereka, sebagai aksi balasan.

Reuters/Aljazeera.com
Presiden AS Trump dan Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan di Osaka, Jepang, tahun lalu 

WARTAKOTALIVE.COM, BEIJING - Aksi saling balas berlanjut antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Kementerian Luar Negeri China, Rabu (1/7/2020) mengatakan, China meminta empat perusahaan media asal AS yang bekerja di negaranya untuk melaporkan rincian informasi operasional mereka, sebagai aksi balasan atas perlakuan serupa dari AS.

Keempat media yang dimaksud adalah Associated Press, UPI, CBS, dan National Public Radio.

Mereka diwajibkan memberikan informasi mengenai pegawai, keuangan, dan properti di China dalam waktu tujuh hari.

"Kami meminta kepada AS untuk segera mengganti langkah, memperbaiki kekeliruan, serta menghentikan tekanan politis dan pembatasan yang tak masuk akal terhadap media China," kata juru bicara kementerian, Zhao Lijian, kepada wartawan.

Facebook Hapus Puluhan Iklan Donald Trump Mirip Segita Terbalik Merah, Ini Alasannya

China da AS melakukan aksi saling balas yang melibatkan jurnalis dari kedua negara dalam beberapa bulan belakangan, di tengah meningkatnya ketegangan atas sejumlah isu, mulai dari pandemi Covid-19 hingga kontroversi di Hong Kong.

Bulan lalu, AS menyebut bahwa pihaknya akan mulai memperlakukan empat media utama asal China sebagai kedutaan besar asing, menyusul aksi serupa yang dilakukan AS di awal tahun ini--caranya sama, yakni mewajibkan mereka melaporkan informasi personel dan properti.

Sebelumnya, pada Maret, China mengusir belasan jurnalis AS dari media New York Times, Wall Street Journal, dan Washington Post.

Pemilu AS Memanas, Juru Kampanye Joe Biden Minta Twitter dan Facebook Hapus Unggahan Trump

Di waktu yang bersamaan juga meminta ketiganya, ditambah Voice of America dan majalah Time, untuk melaporkan kegiatan operasional mereka di China.

Aksi itu mendapat balasan dari AS berupa pemangkasan jumlah jurnalis dari empat media utama milik pemerintah China yang diizinkan meliput di AS.

Pada Mei, Pemerintah AS membatasi visa bagi jurnalis China hanya hingga 90 hari, dengan opsi perpanjangan, padahal sebelumnya visa bagi jurnalis bersifat tanpa batasan waktu (open-ended).

China peringatkan balas AS atas UU mendukung pemrotes Hong Kong

Sebelumnya diberitakan, China memperingatkan Amerika Serikat pada Kamis (28/6/2020) bahwa mereka akan mengambil "langkah-langkah balasan" sebagai tanggapan atas undang-undang AS yang mendukung para pemrotes anti-pemerintah di Hong Kong, dan mengatakan upaya untuk campur tangan di kota yang diperintah China itu pasti akan gagal.

PRESIDEN Donald Trump Serang China Lagi,Sebut Negara Komunis Ini Sengaja Sebar Corona karena Ekonomi

Presiden AS Donald Trump pada Rabu menandatangani undang-undang kongres atas hukum yang mendukung para pemrotes meskipun ada keberatan dari Beijing yang marah, negara tempat dia mencari kesepakatan untuk mengakhiri perang dagang yang merusak.

Undang-undang mewajibkan Departemen Luar Negeri untuk menyatakan, setidaknya setiap tahun, bahwa Hong Kong mempertahankan otonomi yang cukup untuk membenarkan persyaratan perdagangan AS yang menguntungkan yang telah membantu wilayah ini tumbuh sebagai pusat keuangan dunia.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved