Gelar Pahlawan Nasional

Sri Sultan Hamengkubuwono II Diusulkan Mendapat Gelar Pahlawan Nasional

Trah keturunan Sri Sultan Hamengkubuwono II (HB II) terus memperjuangkan agar Raja Kedua di Kesultanan Yogyakarta itu mendapat gelar pahlawan nasional

dokpri
Dr Abdul Haris, juru bicara pengusulan gelar pahlawan HB II 

WARTAKOTALIVE.COM - Trah keturunan Sri Sultan Hamengkubuwono II (HB II) hingga saat ini terus memperjuangkan agar Raja Kedua di Kesultanan Yogyakarta mendapat gelar pahlawan nasional dari pemerintah.

"Sudah menjadi keharusan pemerintah untuk memberikan gelar pahlawan nasional bagi Sri sultan Hamengkubuwono II, karena perannya dalam pembentukan Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat  serta perang melawan Inggris dalam Perang Sepehi," jelas Dr. Abdul Haris, M.Si selakujJuru bicara pengusulan gelar pahlawan HB II, dalam keterangan persnya, Selasa (30/6/2020).

Sekadar informasi, Geger Sepehi itu peristiwa yang sangat penting di Yogyakarta. Tapi kisah perjuangan HB II bersama rakyatnya tidak banyak diekspos tambah Haris.

Geger Sepehi merupakan peristiwa penyerbuan Keraton Yogyakarta yang dilakukan oleh pasukan Inggris pada tanggal 19-20 Juni 1812 atas perintah Gubernur Jendral Raffles. Nama sepehi berasal dari pasukan Sepoy, orang India yang dipekerjakan oleh Inggris untuk menyerang istana.

"Dalam peristiwa itu HB II dan rakyat berjuang mempertahankan Keraton walaupun akhirnya pihak penjajah berhasil merampas seluruh kekayaan istana, seperti emas, termasuk yang ikut dirampas ratusan manuskrip kisah budaya dan kehidupan masyarakat milik Keraton Yogyakarta. Manuskrip itu kemudian dibawa ke negara Inggris," kata Haris.

Dalam Geger Sepehi itu HB II memang berhasil ditangkap oleh pihak Inggris dan bukan berarti kalah. Rakyat justru menganggap sang Raja telah berjuang secara gigih untuk melindung rakyatnya dan keberadaan Keraton Yogyakarta.

Jenderal Raffles menyerbu Keraton Yogyakarta karena sejatinya dia takut dengan Sri Sultan HB II. sang raja tidak mau menyerahkan tahta kerajaannya dan tidak mau Yogyakarta jatuh ke tangan bangsa asing.

Mengutip wikipedia, Hamengkubuwono II sendiri sejak awal bersikap anti terhadap Belanda. Ia bahkan mengetahui kalau VOC sedang dalam keadaan bangkrut dan bobrok. Organisasi ini akhirnya dibubarkan oleh pemerintah negeri Belanda akhir tahun 1799.

Sri Sultan Hamengkubuwono II lahir 7 Maret 1750 adalah raja Kesultanan Yogyakarta yang memerintah selama tiga periode, yaitu 1792 - 1810, 1811 - 1812, dan 1826 - 1828. Pada pemerintahan yang kedua dan ketiga ia dikenal dengan julukan Sultan Sepuh.

Sri Sultan Hamengkubuwono II wafat pada tanggal 3 Januari 1828 dalam usia 77 tahun. Masa jabatannya yang kedua adalah yang paling singkat dalam sejarah Kesultanan Yogyakarta.

Halaman
123
Penulis: Nur Ichsan
Editor: M Nur Ichsan Arief
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved