Sabtu, 9 Mei 2026

PPDB

SMA Muhammadiyah 4 Cawang Terima Pendaftaran Calon Siswa Baru hingga 10 Juli 2020

Masyarakat yang belum mendapatkan sekolah baru masih terbuka kesempatan untuk mendaftarkan diri di sekolah swasta.

Tayang:
Penulis: Rangga Baskoro |
Warta Kota/Rangga Baskoro
SMA Muhammadiyah 4, Cawang, Jakarta Timur, masih membuka pendaftaran calon siswa baru hingga 10 Juli 2020. 

WARTAKOTALIVE.COM, KRAMAT JATI - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi di Jakarta telah berakhir untuk sekolah negeri.

Namun, pendaftaran PPDB untuk sekolah swasta masih terus dibuka.

Masyarakat yang belum mendapatkan sekolah baru masih terbuka kesempatan untuk mendaftarkan diri di sekolah swasta.

Seperti di SMA Muhammadiyah 4, Cawang, Jakarta Timur, masih membuka pendaftaran untuk calon siswa baru.

"Penerimaan peserta didik di SMA Muhammadiyah 4 dimulai di awal bulan Mei. Kemudian nanti ditutup tanggal 10 Juli," kata Kepala SMA Muhammadiyah 4, Riyanta saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (29/6/2020).

Siswa Alami Stres karena Tak Diterima Seleksi PPDB Kota Tangerang

BERITA FOTO: Orangtua Murid Unjuk Rasa Tolak PPDB di Kemendikbud

"Tapi kami juga lihat kuota, kalau sudah penuh akan kami tutup," ucapnya lagi.

Menurut Riyanta, SMA Muhammadiyah 4 tahun ini menerima  252 siswa yang akan dibagi dalam 7 rombongan belajar. Satu rombongan belajar (rombel) berisi 36 siswa.

Terkait persyaratan, pihaknya juga mengikuti peraturan yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan seperti  batas maksimal usia 21 tahun sama seperti  di sekolah negeri.

"Untuk batas usia tertinggi 21 tahun sesuai dengan peraturan Kementerian Pendidikan. Sedangkan batas minimalnya dibuktikan dengan surat kelulusan dari SMP, jadi enggak ada masalah kalau batas minimal," ucapnya.

Orangtua Murid Ngaku Bayar Guru untuk Lolos PPDB Kota Tangerang

Langgar Permendikbud, Arist Merdeka Sirait Minta PPDB Jakarta Dibatalkan atau Diulang

Riyanta menambahkan, sekolah yang dipimpinnya tidak menetapkan batas nilai kelulusan SMP.

Namun demikan, calon peserta didik harus mengikuti psikotes untuk penentuan jurusan saat duduk di bangku sekolah.

"Untuk sementara tidak ada, yang penting pendaftaran telah dinyatakan lulus, kemudian nanti kami adakan psikotes untuk penjurusan," kata Riyanta.

Biaya pendaftarannya, peserta diwajibkan untuk membayar Rp 7,6 juta dan pembayaran uang muka sebesar Rp 1,5 juta. Uang sekolah bisa dicicil selama 1 tahun.

"Untuk siswa tidak mampu, nanti akan kami bantu melalui KJP dan program bantuan dari pihak internal sekolah," katanya. 

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved