Sabtu, 9 Mei 2026

PSSI

Kompetisi Sepak Bola Indonesia Diputar Lagi demi Kepentingan Tim Nasional

Kompetisi yang dilakukan sekarang adalah untuk kepentingan tim nasional ke depan, agar pemain selalu berkompetisi.

Tayang:
Penulis: Merdisikandar | Editor: Merdisikandar
PSSI
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, mengumumkan diberlakukannya Surat Keputusan bernomor SKEP/53/VI/2020, tentang Kelanjutan Kompetisi Dalam Keadaan Luar Biasa Tahun 2020, di Jakarta, Minggu (28/6/2020). Dengan diberlakukannya SKEP itu, semua kompetisi sepak bola di Indonesia pada tahun ini akan diputar lagi. 

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menerbitkan Surat Keputusan bernomor SKEP/53/VI/2020, tentang Kelanjutan Kompetisi Dalam Keadaan Luar Biasa Tahun 2020.

Sebelumnya, pada tanggal 27 Maret 2020, PSSI telah mengeluarkan SKEP/48/III/2020 tentang penghentian kompetisi sepak bola di Indonesia karena force majeure, akibat pandemi Covid-19.

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, menyatakan, SKEP terbaru yang ditandatangani pada tanggal 27 Juni 2020 dan diumumkan pada Minggu (28/6/2020) diambil dengan melalui berbagai pertimbangan.

“Kita perlu melakukan kampanye lewat sepak bola, bahwa Indonesia sudah mulai beradaptasi dan belajar dengan situasi New Normal, dengan menjalankan protokol kesehatan. Lewat kompetisi sepak bola adalah kampanye yang baik bagi dunia luar,” tutur Iriawan, di Jakarta, Minggu (28/6/2020).

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, memberikan keterangan pers mengenai diputarnya lagi kompetisi sepak bola di Indonesia, di Jakarta, Minggu (28/6/2020).
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, memberikan keterangan pers mengenai diputarnya lagi kompetisi sepak bola di Indonesia, di Jakarta, Minggu (28/6/2020). (PSSI)

Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu melanjutkan, “Kita punya pengalaman dapat sanksi dari FIFA dan tidak ada kompetisi pada saat itu, sehingga berakibat kurang baik terhadap sepak bola nasional.”

“Kompetisi yang dilakukan sekarang adalah untuk kepentingan tim nasional ke depan, agar pemain selalu berkompetisi dan dengan sendirinya pemain tetap terasah kualitasnya,” imbuh Iwan Bule.

Selain itu, bergulirnya kembali kompetisi juga dimaksudkan untuk kepentingan tim nasional Indonesia U-19, yang dipersiapkan untuk Piala Asia U-19 2020 serta Piala Dunia U-20 2021.

“Saat mereka (pemain Indonesia U-19) tidak menjalankan training centre, para pemain bisa berkompetisi di klub mereka masing-masing, baik  Liga 1 dan Liga 2, karena pada umumnya mereka sudah memiliki klub,” ujarnya.

Kalaupun berlangsung pemusatan latihan, umumnya pemain yang dipanggil hanya sebanyak 23-30 orang, sedangkan pemain yang tidak dipanggil tetap tetap terasah kemampuannya lewat kompetisi yang dilakoni di klub mereka.

Iwan Bule menggarisbawahi, kewajiban PSSI adalah memutar kompetisi, sebagaimana diamanatkan di kongres.

Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong memantau seleksi Timnas U19, di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang.
Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong memantau seleksi Timnas U19, di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang. (pssi.org)

“Terkait pertanyaan bagaimana regulasi kompetisi saat pandemi Covid-19, maka dari itu PSSI mengajak klub, APSSI (Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia), APPI (Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia) berdiskusi buat menentukan format kompetisi dan regulasi kompetisi,” kata mantan Kapolda Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, dan Metro Jaya ini.

Iwan Bule menyatakan, sebagai Ketua Umum PSSI, dia juga mendengar masukan dari pemerintah, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Federasi Internasional Asosiasi Sepak Bola (FIFA), dan masukan pihak-pihak lainnya sebelum memutuskan kembali menggelar kompetisi musim ini, bersama Komite Eksekutif PSSI.

“Dengan kompetisi, pelatih tim nasional juga bisa mendapatkan pemain di luar list yang sudah ada, karena kompetisi yang baik bisa melahirkan pemain yang berkualitas,” ujar Iwan Bule.

Selain itu, kompetisi akan menggerakkan roda ekonomi, seperti pemasukan untuk hotel, transportasi, catering, dan lain-lain.

“Apalagi pemerintah menyarankan kita hidup berdampingan dengan Covid-19 dan produktif dalam kegiatan ekonomi, diiringi protokol kesehatan yang ketat,” ucap Iwan Bule.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved