Virus Corona Jabodetabek
Ini Alasan 28 Pasar Tradisional di Jakarta Pusat Dijaga Satpol PP
Penjagaan di 28 Pasar di Jakarta Pusat ini sudah dilakukan sejak beberapa minggu lalu. Petugas akan melakukan monitoring pedagang.
Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Dodi Hasanuddin
WARTAKOTALIVE.COM, MENTENG - Kepala Satpol PP Jakarta Pusat, Bernard Tambunan, mengatakan, pihaknya akan melakukan peningkatan pengawasan di sejumlah Pasar Tradisional menyusul ditemukan kasus covid-19.
Menurut Bernard ada 28 Pasar di Jakarta Pusat yang saat ini dilakukan penjagaan oleh petugas Satpol PP.
"Jadi sekarang ini ada 28 Pasar yang kami jaga. Satu pasar itu kami tempatkan 3 orang personil," kata Bernard, Minggu (28/6/2020).
• KABAR Gembira, Pasien Positif Covid-19 di Bekasi Kini Tinggal Sisakan 10 Kasus
• Naabella Tamim Berbagi Kisah Perjuangan Membesarkan Bisnis Kosmetik
Dikatakan Bernard, penjagaan di 28 Pasar di Jakarta Pusat ini sudah dilakukan sejak beberapa minggu lalu. Nantinya petugas yang ditempatkan di setiap Pasar itu untuk memantau dan meningkatkan kepatuhan warga maupun pedagang.
"Mereka nanti kita minta untuk pantau. Lihat di Pasar adakah tempat cuci tangannya, ada pemeriksaan tidak, ganjil genapnya gimana, itu kita pantau," katanya.
Tak hanya itu, petugas juga akan memonitor pengunjung yang masuk, apakah telah mematuhi protokol kesehatan seperti mengenakan masker, begitulah dengan para pedagang di Pasar.
Jika kedapatan adanya pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan pengujung Pasar maupun pedagang. Tentu ia tak segan akan memberikan sanksi sosial sesuai pergub yang berlaku.
"Ya kalo protokol kesehatan dilanggar kita berikan sanksi sosial. Kalo fasilitas protokol kesehatan belum ada kita laporkan ke kepala Pasar untuk melengkapi," ucapnya.
• ASN yang Tewas Gantung Diri Diduga Karena Masalah Keluarga, Polisi Enggan Merinci karena Kasihan
• Longsor Mengerikan di Palopo, 8 Rumah Runtuh, 25 Kendaraan Terjebak, Berikut Ini Dugaan Penyebabnya
Pedagang Positif Covid-19
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta Perumda Pasar Jaya mengungkapkan secara kumulatif ada 105 pedagang dari 15 pasar yang positif terinfeksi Covid-19. Pasar-pasar itu tersebar di lima kota administrasi di Jakarta.
Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Arief Nasrudin, mengatakan, pihaknya telah mengadakan swab tes di 46 pasar di Jakarta. Hasilnya, 105 pedagang dari 15 pasar dinyatakan positif sedangkan sembilan pasar lagi negatif.
"Jadi, ada 22 pasar yang masih menunggu hasil. Alhamdulillah sebenarnya proses ini akan terus kami jalani," kata Arief pada Selasa (23/6/2020).
• Kisah Anggota Polri Bagikan Sembako Covid-19, Susuri Hutan Ratusan Kilometer
• Para Pengguna Sepeda Tetap Ramai Meski Kegiatan Car Free Day Jalan MH Thamrin-Sudirman Ditiadakan
Arief mengatakan, pihaknya akan menutup pasar selama tiga hari bila ditemukan adanya pedagang yang terkena Covid-19. Selama tiga hari ditutup itu, petugas akan menyemprotkan cairan disinfektan sebagai upaya sterilisasi dari Covid-19.
Sejauh ini pasar di Pasar Minggu yang ditutup sekarang sudah kembali dibuka. Pasar Minggu ditutup karena pedagangnya sempat terinfeksi Covid-19.
"Ditutupnya tidak serentak semua pasar, tapi kalau ada yang terbukti Covid-19 langsung ditutup sementara selama tiga hari. Setelah disemprot, dibuka lagi," ujar Arief.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/foto-pasar-senen-malam-hari100620201.jpg)