Jumat, 24 April 2026

10 Persen Masalah Seksual yang Terjadi Pada Pria Adalah Ejakulasi Dini

10 Persen Masalah Seksual yang Terjadi Pada Pria Adalah Ejakulasi Dini. Simak selengkapnya di dalam berita ini.

Penulis: Joko Supriyanto |
Warta Kota/Hironimus Rama
Dokter Binsar Martin Sinaga FIAS sedang melakukan edukasi seksual melalui IG Live@wartakotalive pada Kamis (18/6/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Medical Sexologies Dokter Binsar Martin Sinaga FIAS mengatakan jika hampir 10 persen permasalahan seksual pria karena faktor ejakulasi dini.

Kendati demikian, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan angka secara pasti, apakah ejakuliasi dini menjadi faktor terjadinya perceraian pasangan.

"Sebenarnya spesifik angkat untuk ejakulasi dini itu belum ada. Jadi angka perceraian mungkin problem seksual itu ada, artinya spesifik mengenai ejakulasi dini belum ada, tapi yang datang berobat itu 10 persen," kata Medical Sexologies Dokter Binsar Martin Sinaga FIAS saat live streaming Youtube Wartakotalive.com, Kamis (25/6/2020).

Lalu bagaimana cara mengatasi ejakulasi dini, Menurut Dokter Binsar ejakulasi dini hanya dapat diatasi dengan pengobatan dan seks terapi dengan peran serta pasangan dengan bimbingan dokter.

Dokter Binsar Martin Jelaskan Solusi Mengatasi Ejakulasi Dini Pada Pria

Biasanya terapi ini disebut on off teknik sex terapi, teknik ini memerlukan bantuan pasangan. Dimana diantara strotum sampai ke anus tepatnya berada di titik tengah dapat dilakukan pijatan ketika akan mengalami ejakulasi dini.

Biasanya teknik ini memang sering dilakukan hingga lebih lima kali, sehingga membuat permasalahan ejakulasi dapat teratasi ataupun dapat memperlama terjadinya waktu ejakulasi terjadi.

"Pengobatannya cuma satu yaitu perbaiki kadar hormon testosteron, gangguan syaraf di perbaiki, lalu ketiga organ rangsang di alat reproduksi pria harus di naikan agar mendapatkan hasil maksimal," ujarnya.

Dikatakan Dokter Binsar Martin, banyak orang beranggapan jika ejakulasi dini juga diakibatkan karena faktor psikologi, misalnya saja stres. Namun rupanya anggapan itu salah, karena gangguan psikologi bukan faktor penyebab terjadinya ejakulasi dini.

Menurut Binsar, gangguan hormon testosteronlah yang menyebabkan terjadinya gangguan psikologis, sehingga ketika seseorang mengalami stress membuat kadar hormon turun.

Politikus Partai Demokrat DPC Kota Tangsel Jadi Korban Penganiayaan

"Jadi anggapan itu terbalik. Ketika hormon testosteron terganggu itu menyebabkan gangguan psikologis dan membuat kecemasan hingga menyebabkan ejakulasi dini," katanya.

Sesungguhnya, tidak ada parameter waktu yang menjadi acuan jika seseorang mengalami ejakulasi ini, Dokter Binsar menyampaikan jika ejakulasi dini istilahnya lebih cepat dari ukuran orang normal sebelumnya.

Ejakulasi dini terjadi dalam tiga tahapan yaitu sebelum melakukan penestrasi, bertahap ketika penestrasi dan awal penestrasi. Sehingga ketika terjadi di tiga tahapan itu maka disebut sebagai ejakulasi dini.

"Tidak ada parameter waktu, belum penestrasi tapi udah keluar itu namanya ejakulasi dan saat penestrasi dan ketiga satu sampai 2 kali dia sudah keluar dia sudah ejakulasi dini. Jadi tidak ada hitungan menit," ucapnya.

Dokter Binsar Martin Sinaga FIAS adalah medical sexologiest. Ia anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Depok, Jawa Barat dan anggota FIAS (Fellow Indonesian Association Sexologist).

Kiat Raih Beasiswa Kuliah Luar Negeri, Tak Hanya Pintar, Pro Aktif dan Motivasi Juga Diperlukan

Dr Binsar yang berpraktik di Sex and Men's Health Clinic Raditya Medical Centre di Jalan Margonda Raya, Kota Depok, Jawa Barat untuk menangani gangguan seksual, masalah infertilitas pria dan micropenis. Konsultasi jarak jauh dapat melalui Whatsapp ke nomor 0813 - 8231-7586. 

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved