Riset & Survey
Peneliti Binus Ciptakan Robot Medis Bernama Nayakalara, Bisa Antar Makanan
Nayakalara memiliki arti prajurit yang bertempur melawan wabah penyakit yang berjangkit serempak di muka bumi.
Penulis: Desy Selviany | Editor: Dodi Hasanuddin
WARTAKOTALIVE.COM, PALMERAH - Sebuah robot medis diciptakan sekelompok peneliti di Universitas Bina Nusantara (Binus). Diharapkan robot-robot itu bisa menyelamatkan nyawa para tenaga medis dari ancaman Covid-19.
Robot yang dinamakan Nayakalara itu dibuat oleh Prof. Dr. Ir. Widodo Budiharto, beserta tim yang dikoordinasi dan didanai oleh Research & Technology Transfer Universitas Binus.
Nayakalara memiliki arti prajurit yang bertempur melawan wabah penyakit yang berjangkit serempak di muka bumi.
• Horee, Ojol di Bekasi Segera Bisa Angkut Penumpang, Ini Alasannya
• Kuasa Hukum Sebut Tak Ada Bukti John Kei Dalangi Pembunuhan Berencana dan Penyerangan ke Nus Kei
• Berhenti di Bahu Jalan Tol, Dua Pemuda Bawa Ganja Ditangkap PJR Polda Metro
• VIDEO: Pemesan Ganja dari Medan Ditangkap, Ternyata Seorang Direktur Perusahaan Investasi
Prof Widodo mengatakan bahwa robot itu terdiri dari Food Delivery and Monitoring Robot dan Robot Desinfektan.
Saat ini dua rumah sakit di Jakarta sudah menerima donasi robot Nayakalara.
Kedua rumah sakit yang menerima Nayakalara adalah RSUD Koja dan RSPI (Rumah Sakit Penyakit Infeksi) Sulianti Saroso.
Nantinya robot Food Delivery and Monitoring Robot berfungsi untuk membantu tenaga medis dalam mengirimkan makanan ke ruangan pasien covid-19.
Robot itu juga dapat membawa sisa makanan pasien. Robot dapat dikendalikan jarak jauh menggunakan wifi berbasis smartphone.
Selain itu robot tersebut dapat menyinari UV di ruangan pasien dan ruang lainnya.
Tersedia fasilitas Video Conference antara tenaga medis di ruang operator robot dengan pasien menggunakan teknologi aplikasi zoom.
Sedangkan Robot Desinfektan dapat menyemprot disinfektan dalam jarak hingga enam meter, dengan tangki disinfektan berkapasitas delapan liter.
Robot itu juga dapat dikendalikan menggunakan smartphone (bluetooth). Pengguna dapat melakukan sterilisasi ke titik-titik yang rentan akan penyebaran virus.
“Saat ini telah diproduksi 20 robot dan akan didonasikan kepada Rumah Sakit Jakarta, Bekasi, Bandung, Pekalongan, dan Jawa Timur," ujar Vice Rector in Research & Technology Transfer Prof. Tirta N. Mursitama, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Selasa (22/6/2020) siang.
Para tim peneliti ingin robot ini dapat terus diperbanyak dan diberikan secara gratis ke Rumah Sakit yang ada di Indonesia.
"Hendaknya ke depan, semua rumah sakit menggunakan robot buatan Indonesia,” harapnya.
Ia juga berharap, Nayakalara dapat bermanfaat bagi penanganan Covid-19 di Indonesia.
Donasi ini merupakan salah satu bentuk komitmen Universitas Binus dalam semangat fostering and empowering the society.
Komitmen tersebut selalu ditegaskan oleh Prof Harjanto Prabowo, selaku Rektor Universitas Binus dalam berbagai kesempatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/robot-nayakalara.jpg)