Kesehatan
KABAR Gembira, Pengobatan Kanker Payudara, Kanker Prostat, Kanker Paru-paru dan Usus Cukup 1 Minggu
Penderita kanker payudara, kanker paru-paru, prostat, dan kanker usus kini tak lebih dari seminggu. Sebuah penemuan terapi terbaru dari Inggris.
* Kanker payudara, paru-paru, usus dan prostat dapat diobati dalam seminggu
* Terapi kanker payudara dan kanker paru-paru lebih nyaman
* Metode baru terapi telah diujicobakan di Inggris tanpa efek samping
* Testimoni pasien kanker payudara Karen Davis
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Kabar gembira bagi para penderita kanker payudara, kanker prostat, kanker paru-paru, dan kanker usus.
Sebuah penemuan baru dalam bidang kesehatan memungkinkan para penderita kanker tersebut bisa diobati dalam waktu tidak lebih dari satu minggu.
Karena itu, ribuan bahkan bisa jadi jutaan para penderita kanker tersebut akan terhindar dari kunjungan rumah sakit selama berminggu-minggu untuk mengobati sakit tersebut.
Dailymail menginformasikan, sebuah penelitian dan uji coba menunjukkan bahwa perawatan selama lima hari, atau bahkan kurang, dapat sama efektifnya dalam menghilangkan tumor tersebut.
• KABAR DUKA, Penyanyi Fera Queen Jebolan X Factor Meninggal Dunia, Lima Tahun Derita Kanker Payudara
• Menkes Dr Terawan: Kanker Payudara Sebabkan 22.000 Kematian pada 2018
Orang yang menjalani radioterapi, yang menggunakan sinar radiasi yang kuat untuk membunuh sel-sel kanker, akan membuat hidup mereka seperti terbalik.
Kunjungan harian ke rumah sakit, sering hingga enam minggu yang menyebabkan pekerjaan dan kehidupan keluarga tertunda.
Tapi sekarang - berkat kemajuan teknologi dan teknik presisi - ini tidak lagi menjadi masalah.
Hasil Penelitian Inggris
Selama dua dekade terakhir, dokter Inggris telah memimpin upaya untuk menunjukkan bahwa memberikan dosis radiasi yang lebih besar dalam beberapa sesi dapat sama berhasilnya dalam mengobati beberapa jenis kanker.
Dan uji coba berulang kali menunjukkan itu aman, tanpa efek samping tambahan, meskipun ada kekhawatiran bahwa dosis yang lebih tinggi dapat menyebabkan kerusakan yang lebih besar pada jaringan sehat.
Ketika klinik NHS mencari cara untuk membuat pengobatan untuk pasien kanker lebih efisien selama pandemi, banyak sekarang telah mengadopsi metode ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20151013-bra-payudara_20151013_152213.jpg)