Kolom Trias Kuncahyono
Di Gaza City, Kudengar Lagu Itu
Di Gaza City, Gaza, beberapa tahun silam, lagu itu menyusup di telinga, di tengah keramaian sebuah warung kopi. Lagu Zahrat al Mada’en Fairuz.
Di Gaza City, Kudengar Lagu Itu
oleh Trias Kuncahyono
WARTAKOTALIVE.COM -
Li ajleki ya madinat al salat ousalli// li ajleki ya bahiyyat al masaken ya Zahrat al mada’en// Ya Qudsu ya Qudsu ya Qudsu ya madinat al salat oussalli// 3ouyounouna ilayki tar7alu kolla yaom// Tadouru fi arwaqati l ma3abed// Tou3anequ al kana’es al qadima// Wa tamsa7u al 7ozna 3an al masajed// Ya laylat al asra’ ya darba men marw ila al sama// 3ouyounouna ilayki tar7alu kolla yaom wa innani oussalli// Al teflu fel maghara wa ommouhou Mariam wajhan yabkiyan
(Demi dirimu duhai kota doa aku berdoa// Demi dirimu duhai kota yang indah, kota yang bersolek bunga// Oh Al-Quds..Al-Quds…Al-Quds, duhai kota doa, aku berdoa untukmu// Mati kami seakan terbang padamu setiap hari// Mereka berjalan di serambi kuil-kuil//Merengkuh gereja-gereja tua// Lalu membasuh kesedihan masjid-masjid di sana// Duhai malam-malam Isra’,dan seorang yang melesat ke langit// Mata kami seakan terbang padamu setiap hari, dan sungguh aku berdoa untukmu// Bersama ibunya Maryam di dalam gua, dan keduanya menangis)
…..
Di Gaza City, Gaza, beberapa tahun silam, lagu itu menyusup di telinga, di tengah keramaian sebuah warung kopi.
Mendadak sontak, semua orang yang ada di dalam warung, mengikuti irama lagu Zahrat al Mada’en (Bunga Kota) yang dilantunkan oleh Fairuz sambil menggeleng-nggelengkan kepala dan bertepuk tangan.
Bahkan, banyak yang ikut bernyanyi. Ada kegembiaraan di sana; kegembiraan dari dasar hati, bukan pura-pura.
Ada kebersatuan di sana; kebersatuan satu nasib. Kami pun mengangguk-anggukan kepala mengikuti irama musik.
Semua orang tahu, siapa yang menyanyikan lagu itu. Ia penyanyi dari Lebanon.
Nama penyanyi itu telah menyesaki langit, bukan hanya langit Lebanon, melainkan bahkan langit Timur Tengah.
Tetapi, tak seorang pun di dalam warung kopi itu, mempersoalkan “kelebanonan” Fairuz, nama penyanyi perempuan yang lahir pada 20 November 1935 di Desa Dbayeh, wilayah Chouf, Lebanon.
Mereka juga tak peduli bahwa Fairuz yang nama aslinya Nuhād al-Ḥaddād, berasal dari keluarga Kristen: ayahnya Wadie’ Haddad seorang Kristen Ortodoks Suriah dan ibunya Liza Bustani, seorang penganut Kristen Maronit.
Perbedaan agama dilebur oleh sebuah lagu; lagu yang memberikan semangat hidup, lagu yang memberikan roh akan harapan masa depan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/fairuz01-2006.jpg)