Breaking News:

Sektor Putri Gelar Kompetisi Internal, PP Pelti Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Kementerian Pemuda dan Olahraga memperbolehkan cabang olahraga menggelar pelatnas kembali dengan menerapkan protokol kesehatan olahraga.

Warta Kota/Gopis Simatupang
Pasangan petenis kakak-adik David Agung Susanto dan Anthony Susanto, saat berlaga melawan pasangan Aryan Goveas (India) dan Aaron Schmid (Swiss) di lapangan tenis The Sultan Hotel & Residence Jakarta, Selasa (13/8/2019). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Kementerian Pemuda dan Olahraga memperbolehkan cabang olahraga untuk menggelar pelatnas kembali dengan syarat menerapkan protokol kesehatan yang  dikeluarkan Kemenpora.

Hal itu pun kini mulai dilakukan oleh Pengurus Pusat Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (PP Pelti) dengan kembali menjalani pemusatan latihan nasional di kawasan GBK, terkhusus di sektor putri.

“Kami sudah mulai latihan sejak pekan lalu, jadi hari ini kami melakukan kompetisi internal. Di antara pemain saja tapi khusus putri saja. Totalnya enam atlet,” kata Ketua umum PP Pelti, Rildo Ananda Anwar kepada wartawan.

PP Pelti Beri Rp 150 Juta untuk Priska, Petenis Indonesia Peraih Gelar Juara di Australia Open

“Untuk putra belum. Kemungkinan pekan depan karena rata-rata mereka masih berada di luar kota. Tapi mereka tetap latihan mandiri juga,” ujarnya.

Lebih lanjut Rildo mengatakan atlet yang menjalankan pelatnas tetap harus melakukan protokol kesehatan. Salah satunya pengecekan suhu tubuh saat memasuki area GBK.

Selain itu, PP Pelti juga mempunyai protokol kesehatan lainnya.

PP Pelti Puji Determinasi Priska Madelyn Nugroho

Seperti diketahui, Kemenpora sebelumnya mengeluarkan protokol kesehatan tapi hanya bersifat umum, sedangkan teknis khususnya Kemenpora menyerahkan kepada cabor-cabor.

 “Jadi sebisa mungkin harus bersih. Kami masuk GBK pun dicek dulu suhu tubuhnya. Setelah itu, kami menggunakan aturan dari protokol kami sendiri,” kata dia. 

Soal mengadakan turnamen Rildo masih harus menunggu arahan dari federasi tenis dunia (ITF). 

Terapkan Ganjil Genap, Pasar Induk Kramat Jati Juga Bentuk Satgas Pemantau Protokol Kesehatan

Menurutnya tenis merupakan olahraga yang resikonya kecil dalam penyebaran Covid-19 karena tidak body contact, hanya kendalanya jika ada turnamen bagaimana soal penonton yang hadir di venue.

Penulis: Abdul Majid
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved