Kamis, 23 April 2026

Mulyono Tidak Menolak Sistem Ganjil Genap, Tapi Khawatir Pendapatannya Turun

Selain itu ada ketentuan yang harus dilakukan oleh pedagang maupun pengujung untuk mematuhi aturan protokol kesehatan.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Agus Himawan
Warta Kota/Joko Supriyanto
Suasana Pasar Rawa Kerbau Cempaka Putih yang mulai hari ini menerapkan sistem ganjil genap, beberapa pengunjung yang datang pun harus dilakukan pemeriksan ketat. Selasa (16/6). 

WARTAKOTALIVE.COM - Pasar Rawa Kerbau, Rawasari, Cempaka Putih Jakarta Pusat telah menerapkan sistem ganjil genap dengan mengedepankan protokol kesehatan.

Pantauan wartakotalive.com setiap pengujung yang akan datang menuju pasar mewajibkan untuk mencuci tangan mereka sebelum memasuki area pasar. Petugas juga melakukan pengecekan suhu tubuh para pengunjung.

Dua area pintu masuk, baik pintu depan dan belakang pun juga dilakukan penjagaan oleh petugas, sementara beberapa jalan-jalan kecil ditutup.

Tak Pakai Masker Saat Berkunjung ke Trans Studio Mal Cibubur Depok bisa Kena Denda Rp 250 Ribu

KPU Tangsel Lantik Penyelenggaara Ad Hoc Pilkada 2020 Kota Tangsel

PSBB Transisi, Mal Pelayanan Publik Provinsi DKI Jakarta Sudah Buka Layanan Tatap Muka Langsung

Namun, sejumlah pedagang di Pasar Rawa Kerbau khawatir sistem ganjil genap yang diterapkan hari ini akan berdampak pada pendapatan. Seperti yang diungkap Mulyono (63). Mulyono mengatakan mengapreasi dengan adanya sistem ganjil genap untuk mencegah penyebaran Covid-19 di pasar tradisonal, hanya saja khawatir jika akan berdampak pada pendapatnya.

"Ya gimana ya, ini aja yang beli sepi, ditambah ada yang positif tu, pembeli  akhirnya mungkin jadi takut," kata Mulyono, ditemui, Selasa (16/6/2020).

Ia berharap, kondisi pandemi inu segera cepat selesai sehingga kebijakan yang ada, tidak membuat menyulitkan pedagang untuk mencari nafkah.  "Ya kalo pengennya ini cepat selesai. Biar nyari duit ngak susah lagi," katanya.

Pedagang lainnya, Ferlin (31), lalah menyatakan tidak setuju dengan sistem ganjil genap  karena menurutnya dia sebelum adanya ganjil genap pun pendapatan sudah menurun.

Uji Coba Rekayasa Lalin di Akses Jalan Baru Underpass Sisi Barat Bekasi Timur Diberlakukan Dua Pekan

Kemenkes Kembangkan Laboratorium Uji Spesimen COVID-19, Total Ada 139 laboratorium di Nusantara

Polisi Tangkap Dua PNS Main Judi di Kalteng, Barang Bukti Rp 11,8 juta Disita

"Sebenarnya kita itu nggak setuju di ganjil genap gini, gak ada ganjil genap aja udah sepi apalagi ganjil genap. Apalagi kebutuhan kan jalan terus," katanya. Menurut Ferlin, lebih baik pengawasan yang diperketat 

Sementara, dalam surat edaran  dijelaskan dengan kembalinya beroperasi Pasar Rawa Kerbau, maka dilakukan pembukaan tempat usaha ganjil/genap sesuai dengan tanggal kalender berdasarkan nomor tempat usahanya.

Selain itu ada ketentuan yang harus dilakukan oleh pedagang maupun pengujung untuk mematuhi aturan protokol kesehatan. Para pedagang pun  diwajibkan memakai masker maupun face shield.

Pedagang dan pengujung juga diwajibkan untuk menjaga jarak dan mencuci tangan sebelum memasuki area pasar. Sementara pihak Pasar juga melakukan pembatasan jam operasional dari pukul 06.00-14.00.

Asisten Manager Area II Perumda Pasar Jaya, Agus, mengatakan, Rawa Kerbau sudah mulai menerapkan sistem ganjil genap pasca ditutup untuk sterilisasi, setelah ada temuan pedagang positif Covid-19.

Bek Persita Muhammad Toha Tertarik Jadi Youtuber

VIDEO: Tim Mitigasi Bencana Depok Dilengkapi Baju Hazmat Bila Ada Pengunjung Mal Pingsan

Nasabah Jiwasraya Minta Terdakwa Kasus Jiwasraya Dihukum Seadil-adilnya

Dikatakan Agus, berkaca temuan kasus covid-19 di Pasar Rawa Kerbau. Perumda Pasar Jaya memberlakukan pengawasan ketat di sejumlah pasar tradisonal, salah satunya Pasar Rawa Kerbau ini. Diharapkan dengan pengawasan ini tidak menjadikan pasar sebagai tempat penyebaran.

Oleh karena itu, di Pasar Rawa Kerbau memberlakukan hanya dua pintu akses yang dapat digunakan baik untuk keluar dan masuk para pengujung maupun pedagang.

"Iya pengawasan ketat pasti. Kita juga mewajibkan ni pengujung yang masuk itu harus cuci tangan dulu, baru kuta periksa suhu tubuhnya, nah nanti pas keluar pun juga begitu harus cuci tangan dulu," katanya, Selasa (16/6/2020).

Sementara itu untuk Pedagang yang bahan dagangnya mudah basi, Agus meminta pedagang lebih bisa lebih cermat dengan mengurangi stok dagangan mereka. "Kami juga sudah imbau pedagang agar kurangi stoknya. Misalnya pelangganya 10 ya belinya 10. Jangan sampai lebih biar ngak sia-sia," ucapnya. 

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved