Selasa, 5 Mei 2026

Formula E

Diminta Dana Komitmen Formula E 31 Juta Poundsterling Ditarik Kembali, Ini yang Dilakukan PT Jakpro

Adanya desakan agar dana komitmen Formula E Jakarta ditarik membuat pihak PT Jakarta Propertindo (Jakpro) bergerak.

Tayang:
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: PanjiBaskhara
Mahindra
Formula E 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Adanya desakan agar dana komitmen Formula E Jakarta ditarik membuat pihak PT Jakarta Propertindo (Jakpro) bergerak.

Adanya permintaan dana komitmen Formula E 31 juta Poundsterling ditarik, kini PT Jakpro bernegosiasi dengan Formula E Operations (FEO).

FEO merupakan lembaga yang membidangi penyelenggaraan ajang balap Formula E di DKI Jakarta tersebut.

Diketahui dana komitmen atau commitment fee senilai 31 juta poundsterling ini disetorkan Pemprov DKI kepada FEO pada tahun 2019 dan 2020.

KOMPAK! Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Minta Formula E Dihentikan Hingga Uang Komitmen Ditarik

VIDEO: DKI Anggarkan 31 Juta Poundsterling untuk Formula E yang Terpaksa Ditunda Akibat Covid 19

DPRD Minta Anies Baswedan Alihkan Anggaran Pembelian Lahan dan Formula E untuk Covid-19

“Kami masih berdiskusi dan bernegosasi apakah bisa ditarik kembali atau tidak. Kami coba tarik keseluruhan (dana komitmen) dengan menunda (ajang balap Formula E),” kata Direktur Proyek PT Jakpro Muhamad Maulana saat rapat kerja dengan Komisi E DPRD DKI pada Selasa (16/6/2020).

Maulana mengatakan, pandemi Covid-19 ini merupakan kejadian luar biasa (force majeure) yang dialami oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

Awalnya DKI menginginkan ajang balap mobil listrik itu digelar pada 6 Juni 2020 lalu, namun agenda tersebut ditunda sampai 2021 mendatang.

“Kejadian ini memang sangat luar biasa dan kita semua terpukul, termasuk mereka (FEO) yang kena dampaknya. Mereka ingin ada balap juga"

"karena ada pegawai yang dipekerjakan dan selama tidak ada balapan tentu tidak ada pemasukan,” jelasnya.

“Kami kan sudah berkontrak, jadi kalau membatalkan begitu harus mendapat persetujuan kedua belah pihak"

"Nggak segampang itu (membatalkan) karena kan berkaitan dengan image (citra) Indonesia,” tambah.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta telah mengucurkan dana komitmen (commitment fee) sebesar 31 juta poundsterling.

Dana tersebut untuk ajang balap Formula E yang awalnya digelar pada 6 Juni 2020 lalu kepada FEO (Formula E Operations).

Namun ajang balap mobil listrik itu ditunda karena adanya wabah Covid-19 yang melanda di berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta Achmad Firdaus mengatakan, pembayaran duit komitmen itu dilakukan sebanyak tiga kali.

Untuk tahun 2019, pembayaran dilakukan sebanyak dua termin dengan total nilai 20 juta poundsterling.

Jakarta bakal menjadi tuan rumah turnamen  balap mobil bertenaga listrik Formula E Tahun 2020.
Jakarta bakal menjadi tuan rumah turnamen balap mobil bertenaga listrik Formula E Tahun 2020. (Kompas.com)

Termin pertama, duit sebesar 10 juta poundsterling dibayar melalui dana talangan Bank DKI pada 22 Agustus 2019 lalu.

Kemudian, termin kedua sebesar 10 juta poundsterling dibayar pada 30 Desember 2019.

“Lalu termin pertama pada 2020 ini, dana dibayar sebesar 11 juta poundsterling melalui mekanisme APBD"

"Sementara pembayaran termin kedua pada 2020 ini belum terlaksana karena masuk dalam efisiensi,” kata Firdaus saat rapat kerja dengan Komisi E DPRD DKI Jakarta pada Selasa (16/6/2020) siang.

DKI Anggarkan 31 Juta Poundsterling untuk Formula E yang Terpaksa Ditunda Akibat Covid 19

Pemprov DKI Jakarta telah mengucurkan dana komitmen (commitment fee) sebesar 31 juta poundsterling untuk ajang balap Formula E yang awalnya digelar pada 6 Juni 2020 lalu.

Namun ajang balap mobil listrik itu ditunda karena adanya wabah Covid-19 yang melanda di berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta Achmad Firdaus mengatakan, pembayaran duit komitmen itu dilakukan sebanyak tiga kali.

Untuk tahun 2019, pembayaran dilakukan sebanyak dua termin dengan total nilai 20 juta poundsterling.

Termin pertama, duit sebesar 10 juta poundsterling dibayar melalui dana talangan Bank DKI pada 22 Agustus 2019 lalu.

Kemudian, termin kedua sebesar 10 juta poundsterling dibayar pada 30 Desember 2019.

“Lalu termin pertama pada 2020 ini, dana dibayar sebesar 11 juta poundsterling melalui mekanisme APBD"

"Sementara pembayaran termin kedua pada 2020 ini belum terlaksana karena masuk dalam efisiensi,” kata Firdaus saat rapat kerja dengan Komisi E DPRD DKI Jakarta pada Selasa (16/6/2020) siang.

Sementara itu Direktur Operasional PT Jakarta Propertindo Muhammad Taufiqurachman menambahkan, duit yang disetor tidak akan hangus meski pelaksanaan ditunda.

Kata dia, agenda tersebut akan tetap digelar pada tahun 2021 mendatang.

“Jadi uang commitment fee tidak hilang karena season (musim balap) 2020 dialihkan ke 2021 kemudian saat ini dalam proses amandemen kontrak agreement,” kata Taufiqurachman. (FAF/Wartakotalive.com)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved