Breaking News:

PPDB DKI Jakarta 2020

Jalur Afirmasi PPDB di Jakarta Naik 5 sampai 15 Persen, Berikut Ini Alasan dan Dasar Hukumnya

Pemprov DKI Jakarta memprioritaskan warga miskin untuk dapat mengenyam pendidikan di sekolah negeri. Jalur Afirmasi pun dinaikan hingga 15 persen

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Wito Karyono
Disdki DKI Jakarta
PPDB DKI Jakarta 2020 memberikan jalur khusus bagi anak tenaga medis korban Covid-19. Mereka bisa memilih sekolah negeri yang dituju dan langsung diterima. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta memprioritaskan warga miskin untuk dapat mengenyam pendidikan di sekolah negeri.

Hal itu sebagaimana Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Nomor 501 tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2020/2021.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan, keputusan tersebut didasari oleh dua payung hukum.

Kamis 11 Juni PPDB DKI Jakarta Dibuka Online, Operator Mulai Verifikasi Akun Mulai Pukul 07.30

PPDB DKI 2020, Anak Tenaga Medis Korban Covid-19 Bebas Pilih Sekolah Negeri di Jakarta Tanpa Seleksi

Pertama Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2019 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru Pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Sekolah Menengah Kejuruan.

Kedua, Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 43 Tahun 2019 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru.

“Kemudian disesuaikan dengan situasi kondisi demografi Jakarta serta mempertimbangkan masukan dari berbagai pemangku kepentingan,” kata Nahdiana berdasarkan keterangan yang diterima pada Kamis (11/6/2020).

Penyiram Air Keras Cuma Dituntut 1 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Novel Baswedan Sebut Sandiwara Hukum

Menurutnya, kebijakan PPDB DKI Jakarta memberikan ruang bagi masyarakat kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan di sekolah negeri, serta meminimalisir terjadinya ketimpangan sosial.

Keberpihakan tersebut terwujud melalui peningkatan kuota jalur afirmasi untuk jenjang SMP dan SMA dari 20 persen menjadi 25 persen, dan jenjang SMK dari 20 persen menjadi 35 persen.

“Di tengah pandemi covid-19, seluruh proses PPDB seluruhnya dilaksanakan dari rumah secara daring dimulai dari pengajuan akun, pendaftaran/pemilihan sekolah, sampai ke proses lapor diri untuk peserta didik yang lolos seleksi,” ungkapnya.

Kebijakan PPDB DKI Jakarta diharapkan mampu mengakomodir berbagai latar belakang calon peserta didik sesuai azas PPDB yang objektif, transparan, berkeadilan, akuntabel, tidak diskriminatif.

Athletic Bilbao Incar Kiper Tangguh Levante

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved