Virus Corona

Ternyata Wabah Corona Sudah Berjangkit di Wuhan Sejak Agustus 2019, bukan Sejak Desember 2020

Penelitian lembaga tersebut didasarkan pada data gambar satelit dari lalu lintas rumah sakit di Wuhan, dan topik pada mesin pencari (search engine)

Penulis: |
STR / AFP
Ilustrasi - Anggota staf berbaris dengan perhatian ketika mereka bersiap untuk menyemprotkan desinfektan di Stasiun Kereta Api Wuhan di pusat provinsi Hubei China pada 24 Maret 2020. China mengumumkan pada 24 Maret bahwa penutupan dilakukan pada lebih dari 50 juta orang di provinsi Hubei tengah tempat coronavirus atau Covid-19 pertama kali muncul akhir tahun 2019. 

Wartakotalive, Jakarta - Berdasarkan penelitian Harvard Medical School, AS, wabah virus corona sudah melanda Wuhan, China, paling tidak sejak awal Agustus 2019, beberapa bulan sebelum dilaporkan secara terbuka oleh pemerintah China.

Penelitian lembaga tersebut didasarkan pada data gambar satelit dari lalu lintas rumah sakit di Wuhan, dan topik pada mesin pencari (search engine) terkait dengan virus.

"Peningkatan lalu lintas rumah sakit dan data pencarian di internet mengenai virus di Wuhan mendahului awal pandemi Sars-Cov-2 (nama virus resmi penyebab covid-19) yang diumumkan pada Desember 2019," kata laporan itu, yang dikutip aljazeera.com, Selasa, 9 Juni 2020.

Para peneliti yang berbasis di AS itu menelaan citra satelit di tempat parkir enam rumah sakit di Wuhan, lima di antaranya menunjukkan volume harian relatif tertinggi mereka antara September dan Oktober 2019.

Temuan ini juga bertepatan dengan tren topik pertanyaan pada mesin pencari Cina, Baidu, untuk gejala yang berhubungan dengan coronavirus seperti "diare" dan "batuk".

Pemerintah China baru pada 31 Desember tahun lalu, memberi tahu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang beberapa kasus pneumonia yang tidak biasa di Wuhan, yang berpenduduk 11 juta orang.

Sejak itu, virus telah menyebar ke 188 negara, menginfeksi lebih dari tujuh juta orang dan menewaskan sedikitnya 406.000 orang di seluruh dunia.

Tetapi masih ada pertanyaan tentang asal-usul virus corona, yang diduga oleh para peneliti berasal dari pasar kulakan makanan laut Huanan di Wuhan, yang juga menjual hewan liar secara ilegal.

Studi Harvard itu juga menemukan "tidak ada hubungan langsung antara pasar hewan itu dengan 14 orang yang diketahui pertama kali menderita covid-19".

Metode penelitian elektronik yang digunakan Harvard tersebut dapat membantu untuk lebih memperjelas tentang virus ganas tersebut.

Hasil penelitian itu juga menguatkan dugaan selama ini bahwa pemerintah China tidak terbuka atau tidak jujur tentang asal muasal virus corona itu.

Pekan lalu, sebuah penyelidikan oleh kantor berita The Associated Press mengatakan Cina menahan informasi penting tentang wabah itu dan menunggu lebih dari seminggu sebelum menerbitkan genom virus corona pada Januari 2020.

Menurut WHO, gejala COVID-19 yang paling umum adalah demam, kelelahan, dan batuk kering. Beberapa pasien mungkin mengalami sakit dan nyeri, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan atau diare.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved