TPA Jatiwaringin

Bupati Tangerang Bahas Pengujian Pengelolaan TPA Jatiwaringin dari Biotek Indonesia

Zaki mengatakan pengelolaan sampah di TPA Jatiwaringin yang berlokasi di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang perlu ada terobosan.

Editor: Dodi Hasanuddin
Warta Kota/Andika Panduwinata
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar tengah memegang buah 

WARTAKOTALIVE.COM, TIGARAKSA - Bupati Tangerang, Ahmad Zaki Iskandar, bahas pengajuan pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin dari Biotek Indonesia, bertempat di ruang rapat Wareng Gedung Bupati Tangerang, Tigaraksa.

Hadir acara tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Moch Maesyal Rasyid, perwakilan Biotek Indonesia Prof. Rusdi, Asisten Daerah bidang Perekonomian Pembangunan Yusuf Herawan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Ahmad Taufik, Kepala Bappeda Taufik Emil dan Inspektur Uyung Mulyadi.

Zaki mengatakan pengelolaan sampah di TPA Jatiwaringin yang berlokasi di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang perlu ada terobosan. Sehingga sampah yang ada di TPA ada manfaatnya.

"Pengelolaan sampah TPA Jatiwaringin perlu ada trobosan sehingga tidak menggunung. Kita sudah mengajukan surat ke pemerintah pusat namun sampai saat ini belum ada jawaban," ujar Zaki, Selasa (9/6/2020).

PSSI Belum Mau Panggil Shin Tae-yong ke Indonesia, Tunggu Situasi Wabah Covid-19 Mereda

Ini Alasan Komisi B DPRD DKI Ngotot Minta Ganji Genap Ditiadakan Selama Pandemi Corona di Jakarta

Ternyata Faktor Ini yang Membuat Atletico Madrid Percaya Diri Gondol Trofi Liga Champions

Arief Poyuono Bilang Negara Besar dan WHO Lakukan Propaganda Covid-19 untuk Hancurkan Ekonomi Dunia

Ia menjelaskan tidak mungkin pihaknya membiarkan menimbun sampah di Jatiwaringin terus menerus tanpa ada terobosan. Tapi lihat kerusakan lingkungan yang ditimbulkan itu jauh lebih besar dari nilai investasi kalau dibikin incinerator.

"Tinggal kita cari incinerator-nya yang ramah lingkungan apapun hasilnya pasti akan terima. Perencanaan kita ke depan di lokasi TPA Jatiwaringin akan ada tiga pabrik pemusnahan sampah," ucapnya.

Prof. Rusdi dari Biotek Indonesia menambahkan bila Pemkab Tangerang menyerahkan pengelolaan sampah kepada Biotek Indonesia, pihaknya akan bisa memusnahkan sampah di TPA Jatiwaringin dengan skema menelan sampah. Dan teknik tersebut juga sudah berhasil dilakukan di India.

"Kami dari Biotek Indonesia dalam 3 tahun bisa menyelesaikan masalah sampah di Kabupaten Tangerang dan yang sudah menjadi gundukan. Biotek berjanji dan mengusahakan bisa rata dengan tanah," kata Rusdi.

Dirinya merinci satu unit mekanik itu setidaknya 600 ton perhari dengan cara pemilahan dan pengayakan sampah. Kemudian pihaknya akan memisahkan sampah organik dan non organik.

"Yang organik itu bisa diolah menjadi kompos dan yang anorganik nya bisa kita arahkan ke sebagai bahan baku biji plastik," ungkapnya.

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved