Jumat, 5 Juni 2026

New Normal

Prospek Bisnis Kargo di Bandara PT Angkasa II Cerah, Capai Volume 34 Juta Kilogram

Khusus di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, angkutan kargo mencapai 27 juta kilogram selama 7 Mei-7 Juni 2020.

Tayang:
Editor: Ichwan Chasani
Dok. AP II
Volume angkutan kargo di 19 bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II (Persero) selama periode 7 Mei – 7 Juni 2020 diperkirakan mencapai sekitar 34 juta kilogram. 

Simulasi pengecekan dokumen secara digital mulai Senin (8/6/2020) besok melibatkan penumpang Garuda Indonesia dan Citilink.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Pembatasan penerbangan dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 dilakukan pada 7 Mei – 7 Juni 2020 sesuai dengan Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 No. 04/2020 yang diperpanjang dengan No. 05/2020.

Sepanjang periode tersebut, PT Angkasa Pura II (Persero) dan maskapai fokus pada angkutan kargo di tengah adanya pembatasan penerbangan bagi perjalanan orang.

Pada 7 Mei – 7 Juni 2020 volume angkutan kargo di 19 bandara perseroan diperkirakan sekitar 34 juta kilogram, di mana khusus Bandara Internasional Soekarno-Hatta mencapai 27 juta kilogram.

PT Angkasa Pura II Kebut Implementasi Pengecekan Dokumen Perjalanan Secara Digital

President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan sesuai peraturan memang tidak ada pembatasan bagi penerbangan kargo.

“Tidak ada pembatasan bagi kargo, dan justru diperluas di mana maskapai yang mengoperasikan pesawat dengan konfigurasi penumpang dapat kemudian khusus mengoperasikan penerbangan kargo dengan memuat kargo di kabin penumpang,” ungkap Muhammad Awaluddin, dalam pernyataan resminya, Minggu (7/6/2020).

Volume angkutan kargo di 19 bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II (Persero) selama periode  7 Mei – 7 Juni 2020 diperkirakan mencapai sekitar 34 juta kilogram.
Volume angkutan kargo di 19 bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II (Persero) selama periode 7 Mei – 7 Juni 2020 diperkirakan mencapai sekitar 34 juta kilogram. (Dok. AP II)

Dia menegaskan bahwa PT Angkasa Pura II selalu berkoordinasi dengan stakeholder guna menjaga pengelolaan di pergudangan serta aspek lainnya, memastikan kargo tertangani dengan baik.

“Di dalam 1 bulan atau sejak 7 Mei hingga 7 Juni 2020, volume angkutan kargo memang tidak sebanyak kondisi normal. Namun, volume yang mencapai 34 juta kilogram ini mencerminkan bisnis angkutan kargo di industri penerbangan tetap terjaga dan masih memiliki peluang tumbuh pada tahun ini,” ujar Muhammad Awaluddin.

Selain maskapai penumpang yang mengoperasikan penerbangan kargo, terdapat juga maskapai yang memang mengoperasikan pesawat kargo (freighter) di bandara PT Angkasa Pura II yaitu My Indo Airlines, Cargo Lux dan K-Mile Air.

LOWONGAN KERJA BUMN PT Angkasa Pura Logistik, Ini Link Pendaftaran Online, Posisi dan Persyaratannya

PT Angkasa Pura II saat ini memiliki dua perusahaan afiliasi yang bergerak di bisnis kargo: PT Angkasa Pura Kargo (kepemilikan saham 99,99 persen) dan PT Gapura Angkasa (kepemilikan mayoritas 46,26 persen).

“Kami memastikan pengelolaan dan pengiriman kargo di bandara-bandara PT Angkasa Pura II dapat tetap lancar di tengah pembatasan penerbangan,” tandas Muhammad Awaluddin.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto meninjau Bandara Internasional Soekarno-Hatta untuk melihat operasional dan kesiapan bandara menuju fase new normal termasuk untuk melihat aspek kesiapan pelayanan kepada penumpang,  Minggu (7/6/2020).
Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto meninjau Bandara Internasional Soekarno-Hatta untuk melihat operasional dan kesiapan bandara menuju fase new normal termasuk untuk melihat aspek kesiapan pelayanan kepada penumpang, Minggu (7/6/2020). (Dok. AP II)

Uji Coba Aplikasi Travelation

Pada Minggu (7/6/2020) ini, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto meninjau Bandara Internasional Soekarno-Hatta untuk melihat operasional dan kesiapan bandara menuju fase new normal termasuk untuk melihat aspek kesiapan pelayanan kepada penumpang.

Salah satu inovasi yang akan diterapkan di Soekarno-Hatta pada masa new normal guna menjaga prosedur dipatuhi sekaligus meningkatkan customer experience adalah dengan melakukan pengecekan secara digital terhadap dokumen-dokumen yang wajib dimiliki calon penumpang pesawat untuk diperbolehkan melakukan penerbangan.

PT Angkasa Pura II Rumuskan Protokol Antisipasi New Normal

PT Angkasa Pura II telah  menyiapkan aplikasi Travelation, di mana ke aplikasi tersebut calon penumpang pesawat bisa mengunggah (upload) dokumen syarat penerbangan seperti hasil tes RT-PCR atau rapid test, KTP lalu surat keterangan perjalanan dan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM), untuk kemudian dilakukan pengecekan secara digital.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved