Pelayanan Publik

Ditemui Petugas PLN, Raffi Ahmad - Nagita Slavina Temukan Solusi dari Keluhan Listriknya

Petugas menemukan alat MCB (Miniature Circuit Breaker) pada panel listrik rumah Raffi Ahmad overload karena pembagian beban listrik yang tidak merata.

dok. PLN UP3 Ciputat
Petugas PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ciputat berfoto bersama Raffi Ahmad usai memberikan penjelasan di rumah Raffi Ahmad di Kawasan Green Andara Residence, Jakarta Selatan, Rabu (3/6/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Raffi Ahmad dan Nagita Slavina akhirnya mengetahui penyebab tingginya biaya pembelian token listrik di rumahnya dan listriknya yang sering turun setelah menerima penjelasan dari petugas PLN.

Sebelumnya, pasangan ini menyampaikan keluhan terkait listrik yang sering turun di hunian mewahnya yang berlokasi di Kawasan Green Andara Residence, Jakarta Selatan melalui channel YouTube Trans TV, Selasa (2/6/2020).

Pada saat yang sama saat syuting tersebut berlangsung yaitu Rabu (3/6/2020), petugas PLN datang dan bertemu langsung dengan Raffi dan Nagita untuk meminta testimoni terkait layanan tambah daya dari 23 kVA (kilo Volt Ampere) ke 33 kVA yang dilakukan pada tanggal 27 April lalu.

Petugas pun menerima keluhan dari Nagita Slavina terkait tingginya biaya yang harus dikeluarkan untuk pembelian token, yaitu sebesar Rp 1 juta untuk dua hari atau kurang lebih Rp 17 juta per bulan.

Terkait hal tersebut, Sigit Arimurti, Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ciputat menyampaikan bahwa besar biaya konsumsi listrik untuk daya listrik yang dimiliki oleh pelanggan masih berada dalam batas wajar.

Petugas PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ciputat berfoto bersama Nagita Slavina usai memberikan penjelasan di rumah Raffi Ahmad di Kawasan Green Andara Residence, Jakarta Selatan, Rabu (3/6/2020).
Petugas PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ciputat berfoto bersama Nagita Slavina usai memberikan penjelasan di rumah Raffi Ahmad di Kawasan Green Andara Residence, Jakarta Selatan, Rabu (3/6/2020). (dok. PLN UP3 Ciputat)

Apalagi, Nagita juga menyebutkan bahwa ada banyak peralatan elektronik di rumahnya, seperti kulkas yang jumlahnya 10 buah.

“Tingginya biaya yang dikeluarkan oleh pelanggan atas nama Raffi Ahmad dengan daya listrik 33.000 VA atau 33 kVA dikarenakan beban pemakaian listrik atau konsumsi listrik yang tinggi juga. Bisa jadi dikarenakan banyak peralatan elektronik atau penggunaan beberapa alat elektronik dengan daya yang besar,” jelas Sigit.

Sigit menambahkan untuk mengatasi kendala terkait token listrik yang harus diinput berkali-kali, disarankan pelanggan membeli token listrik sejumlah pemakaian selama sebulan.

Selanjutnya, petugas juga memeriksa panel listrik di rumah pasangan Raffi dan Nagita. Karena berdasarkan keluhan istri Raffi Ahmad tersebut, listrik di rumahnya sering turun alias jepret.

Hasil dari pemeriksaan tersebut, petugas menemukan bahwa listrik rumah pasangan tersebut sering turun atau jepret dikarenakan alat bernama MCB (Miniature Circuit Breaker) pada panel listrik pelanggan overload karena pembagian beban listrik yang tidak merata.

Dikarenakan batas kewenangan PLN untuk pasokan listrik pelanggan hanya sampai ke kWh meter, petugas PLN merekomendasikan pasangan tersebut untuk menghubungi instalatir resmi yang tersertifikasi dan terdaftar dalam Asosiasi Kontraktor Listrik untuk melakukan perbaikan pada instalasi rumah pelanggan.

“Saya ingin berterima kasih pada PLN dan PLN Ciputat. Saya merasakan PLN sudah luar biasa memberikan suplai yang luar biasa, di tempat saya (sudah) tidak ada masalah sama sekali. Saya juga mengingatkan kepada semuanya, tetap gunakan listrik dengan bijaksana,” ujar Raffi. (*)

Editor: Ichwan Chasani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved