Berita Regional
Masih Ada Sapi dan Kerbau Liar di Garut, Serbu dan Rusak Kebun Jagung Milik Warga
Data dari warga, sapi yang merusak kebun jagung berjumlah 120 ekor. Sementara kerbau jumlahnya lebih banyak.
WARTAKOTALIVE.COM, GARUT - Warga di tiga desa yaitu Desa Tegalgede, Tanjungjaya, dan Tanjungmulya Kabupaten garut mengalami kerugian lantaran ulah sapi dan kerbau liar.
Ratusan sapi dan kerbau merusak puluhan hektare kebun jagung di Desa Tegalgede, Kecamatan Pakenjeng, Garut.
Akibatnya, petani merugi hingga ratusan juta rupiah.
Seperti dilansir dari TribunJabar, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Tegalgede, Epen Sopendi, mengatakan bahwa sapi piar itu milik tiga orang warga desa tetangga yang dibiarkan liar di hutan.
"Pokoknya sapi dan kerbau itu milik tiga orang di desa tetangga. Tapi sapinya dibiarkan liar di hutan. Sesekali masuk ke kebun warga," ujarnya Senin (1/6/2020).
• Kabar Baik, Sudah 14 Hari Indeks Covid-19 Jawa Barat Stabil, Ridwan Kamil: Tidak Ada Lagi Zona Merah
Sapi dan kerbau yang merusak kebun jagung milik warga berjumlah ratusan.
Data dari warga, sapi yang merusak kebun jagung berjumlah 120 ekor. Sementara kerbau jumlahnya lebih banyak.
Akibat gerombolan sapi dan kerbau itu, warga di tiga desa yaitu Desa Tegalgede, Tanjungjaya, dan Tanjungmulya mengalami kerugian.
• Kota Tangsel Resmi Perpanjang Masa PSBB Jilid 4, Airin Sebut Ini Keistimewaan Jilid 4
Pasalnya, tiap kali menanam jagung atau komoditas lainnya kerap ludes dimakan sapi dan kerbau.
"Petani sudah berusaha maksimal menjaga tanamannya. Namun gerombolan sapi itu datang saat petani lengah. Biasanya datang jelang malam. Tanaman jagungnya ludes," katanya.
Menurutnya, saat ini ada sekitar 70 petani yang jadi korban penyerobotan sapi ke kebun mereka.
Petani berharap kejadian seperti ini tidak terus terulang. Apalagi modal yang dikeluarkan tidak sedikit.
"Kerugian 70 orang petani itu bisa ratusan juta. Pasalnya luas lahan yang mereka garap lebih dari 100 hektare," ujarnya.
• Pedagang Pasar Cisalak Depok Tak Keberatan Tutup Asalkan Tidak Berlama-lama
Epen menjelaskan, warga pemilik kebun dan peternak sudah beberapa kali berunding. Namun sampai saat ini belum ada solusinya.
"Pihak Polsek Pakenjeng beberapa kali memediasi pemilik kebun dan peternak. Namun kejadiannya terus berulang," ucapnya.
Epen mengatakan, petani sebenarnya tidak meminta ganti rugi. Mereka hanya berharap ada tindakan tegas sehingga kejadian serupa tidak terulang lagi. (*)
Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Ratusan Sapi dan Kerbau Eksodus ke Kebun Jagung, Petani Rugi Ratusan Juta Rupiah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/sapi-sapi-liar-merusak-lahan-jagung-milik-petani-di-desa-tegalgede.jpg)