Virus Corona

Pemerintah Ingatkan Masyarakat Soal New Normal, Bukan Bebas Seperti Sebelum Ada Virus Corona

Pemerintah Ingatkan Masyarakat Soal New Normal, Bukan Bebas Seperti Sebelum Ada Virus Corona

Humas BNPB/M Arfari Dwiatmodjo
Achmad Yurianto memakai batik motif Covid-19 saat memperbarui data terbaru kasus Virus Corona di Indonesia, Sabtu (18/4/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Jelang new normal yang ditetapkan pemerintah, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyebut bahwa penerapan new normal tidak seharusnya disikapi dengan euforia.

Sebab, menurut Yuri, dengan diberlakukannya new normal bukan berarti masyarakat bebas seperti sebelum adanya pandemi Covid-19.

"Tidak menjadi suatu euforia baru bahwa kenormalan ini seakan-akan membebaskan kita untuk kembali beraktivitas seperti sebelum kejadian pandemi Covid-19," kata Yuri dikutip dari Kompas.com pada Minggu (31/5/2020).

Yuri mengatakan, new normal bukan berarti tidak lagi menerapkan protokol pencegahan penyebaran Covid-19.

New normal ialah bertindak produktif namun tetap memastikan aman dari penularan virus corona.

"Kita harus produktif, namun tetap aman dari Covid-19," ujar Yuri.

Menerapkan fase new normal, kata Yuri, harus menjadi perhatian dan kesadaran bersama.

Dalam fase tersebut masyarakat tetap menggunakan masker saat keluar rumah, rajin mencuci tangan menggunakan sabun, dan tetap menjaga jarak fisik saat berkomunikasi.

"Hindari kerumunan, atur kegiatan-kegiatan sosial kita agar tidak menimbulkan kerumunan, tidak menimbulkan penumpukan. Inilah yang harus kita biasakan di dalam menghadapi kenormalan yang baru," kata Yuri.

Landasan pemerintah Terapkan New Normal

Halaman
123
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved