Kabar Artis
Kabar Sedih dari Mona Ratuliu Bayinya Kuning Harus Bolak-balik ke Rumah Sakit
Monaratuliu harus bolak-balik ke rumah sakit demi si buah hati. Untuk melindungi bayi dari virus corona maka diberi pengaman berupa face shield.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Mona Ratuliu baru saja melahiran seorang bayi perempuan cantik.
Namun sayangnya sang bayi Numa mengalami bilirubin tinggi atau bahasa awam bayi berwarna kuning.
Sehingga Monaratuliu harus bolak-balik ke rumah sakit demi si buah hati. Untuk melindungi bayi dari virus corona maka diberi pengaman berupa face shield.
"Musti bolak balik ke RS krn numa bilirubinnya agak tinggi, makanya keliatan kuning tuh. Kadar hormon trigliserin dlm darahnya jg tinggi. Deg2an tiap bawa numa ke RS.
Krn numa nggak bisa pake masker, jadi dibeliin face shield buat baby deh. Untung sekarang face shield buat baby, buat anak, dengan berbagai bentuk udh bertebaran di marketplace, jadi gampang carinya," tulis Monaratuliu, Sabtu (30/5/2020).
Mengutip dari Alodokter, bayi kuning merupakan dampak dari tingginya kadar bilirubin dalam darah bayi.
Bilirubin itu sendiri merupakan zat berwarna kuning yang diproduksi tubuh saat sel darah merah pecah.
Pada dasarnya, tubuh bayi memang lebih banyak memproduksi bilirubin dibandingkan orang dewasa.
Namun, karena organ hati bayi yang bertugas membuang bilirubin belum dapat bekerja dengan sepenuhnya berkembang, maka bilirubin akan banyak tertumpuk di dalam tubuh hingga akhirnya menimbulkan gejala penyakit kuning.
Kondisi ini umumnya dapat sembuh dengan sendirinya seiring perkembangan fungsi organ hati bayi dalam membuang bilirubin.
• Dikabarkan Sudah Hamil hingga Melakukan Program Bayi Tabung, Begini Penjelasan Zaskia Sungkar
Akan tetapi, pada kondisi tertentu, bayi kuning juga dapat menjadi tanda dari suatu masalah kesehatan yang diderita.
Biasanya, kondisi bayi kuning yang patut diwaspadai ini muncul lebih cepat (saat usia bayi di antara 1 – 3 hari) atau justru lebih lambat (saat usianya sudah lebih dari 2 minggu).
Berikut adalah beberapa kondisi yang dapat menyebabkan bayi mengalami penyakit kuning:
- Gangguan organ hati atau saluran empedu, seperti atresia bilier, cystic fibrosis, atau hepatitis.
- Penyakit infeksi, seperti sepsis, meningitis, dan infeksi virus.
- Kelainan pada sel darah merah bayi, misalnya anemia hemolitik, anemia sel sabit, dan inkompatibilitas rhesus.
- Hipotiroid kongenital.
- Kekurangan oksigen atau hipoksia.
- Kekurangan enzim, misalnya pada penyakit G6PD.
- Kelainan genetik.
- Efek samping obat-obatan tertentu.
Selain itu, bayi juga akan lebih berisiko mengalami penyakit kuning jika:
- Terlahir prematur atau lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu.
- Terlahir dari ibu yang memiliki diabetes gestasional.
- Tidak mendapatkan cukup ASI atau susu formula (bagi bayi yang tidak diberi ASI).
- Terdapat cedera atau memar pada bayi, misalnya ketika mengalami persalinan yang lama atau sulit.
Pada banyak kasus, kondisi bayi kuning tidaklah berbahaya dan bisa membaik dengan sendirinya dalam kurun waktu 1-2 minggu. Dalam waktu tersebut, Bunda hanya perlu memberikan ASI atau susu formula lebih sering dari biasanya (8-12 kali sehari).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/mona-ratulia-dan-indra-brasco-menggendong-bayi-numa.jpg)