Aksi KKB Papua
Ternyata Hoaks, Kabar KKB Papua Kuasai 4 Pos TNI-Polri di Nduga, Ini Fakta Sebenarnya
Aksi teror Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua kembali terjadi tapi tidak dalam bentuk tindakan fisik dengan senjata.
WARTAKOTALIVE.COM, PALMERAH - Aksi teror Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua kembali terjadi tapi tidak dalam bentuk tindakan fisik dengan senjata.
Teror yang dilakukan KKB Papua kali ini berupa pernyataan atau berita bohong (hoaks) untuk menimbulkan kepanikan masyarakat.
Melansir dari Antara, beredar berita hoaks yang menyebutkan KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya berhasil menguasai empat pos TNI-Polri di Nduga.
Bahkan mereka mengaku telah merampas beberapa amunisi dan senjata TNI-Polri.
Namun kabar tersebut langsung dibantah oleh Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustafa Kamal.
Kamal menegaskan, KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya memang selalu menebar berita provokatif untuk menimbulkan kepanikan warga di Papua.
Berikut fakta-fakta sebenarnya :
1. Hoaks KKB Papua ngaku kuasai 4 pos TNI-Polri
Kamal menegaskan, informasi di media sosial maupun media online yang menyatakan KKB Papua melakukan penyerangan serta menduduki empat pos darurat TNI/Polri di Kabupaten Nduga tidak benar atau hoaks.
Hal ini berawal dari pernyataan Jubir Komnas-TPNPB Sebby Sambom dalam rilisnya menyatakan telah melakukan penyerangan terhadap pos TNI-Polri yang ada di Kabupaten Nduga dari tanggal 18 hingga 25 Mei lalu.
Sebby juga menyebut KKB Papua telah merampas amunisi beserta alat komunikasi lainnya.
Mereka mengaku telah merampas perlengkapan militer yang tertinggal, di antaranya, 60 magasin peluru aktif dengan amunisi sebanyak 1.800 butir, peluru rantai 3 unit yang per butirnya belum dihitung, 16 peluru roket basoka, 30 buah tas ransel, 12 buah HP kamera merek Samsung, 6 buah HT, 2 HP Satelit Inmarsat dan Thuraya, 15 buah rompi antipeluru, sepatu, baju-celana, terpal dan peralatan lainnya yang belum dirinci.
2. Terus melakukan tindakan provokatif
Kamal menegaskan, KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya terus melakukan tindakan provokatif dan menyebarkan berita atau informasi yang menimbulkan kepanikan warga di Papua, khususnya di Kabupaten Nduga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ternyatakerusuhan-di-papua-dimanfaatkanegianus-kogoya28.jpg)