Rabu, 6 Mei 2026

Virus Corona

Krisis Ekonomi Akibat Covid-19 Menghantam Kaum Muda, Data ILO: 1 dari 6 Pemuda Berhenti Bekerja

Pemuda yang berkerja paling terdampak Pandemi Covid-19. Setidaknya satu dari enam kaum muda berhenti bekerja akibat merebaknya pandemi ini.

Tayang:
Penulis: Desy Selviany |
Istimewa
Ilustrasi Penyuluhan narkoba untuk kaum muda. Data ILO, kaum muda paling terkena imbas corona 

WARTAKOTALIVE.COM, PALMERAH - Satu dari enam pemuda berhenti bekerja karena imbas pandemi corona.

Pemuda yang berkerja paling terdampak Pandemi Covid-19. Setidaknya satu dari enam kaum muda berhenti bekerja akibat merebaknya pandemi ini.

Hal itu berdasarkan hasil monitor Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) yang diterbitkan Kamis (28/5/2020).

Kisah Seorang Ibu Kurung Anak Gadisnya Hingga 25 Tahun, Saat Ditemukan Berat Badan Anak Hanya 20 kg

Anggota Exco PSSI Asprov Jawa Barat Angkat Bicara Tentang Kelanjutan Nasib Liga 1 dan 2 2020

Hasil monitor ILO menunjukan kaum muda terkena dampak pandemi secara tidak proporsional.

Selain itu terjadi peningkatan yang besar dan cepat dalam pengangguran muda sejak bulan Februari yang lebih banyak mempengaruhi perempuan muda dibandingkan laki-laki muda.

"Pandemi ini memberikan kejutan tiga kali lebih besar bagi kaum muda. Tidak hanya menghancurkan pekerjaan mereka, tetapi juga mengganggu pendidikan dan pelatihan serta memberikan hambatan besar bagi mereka yang sedang berupaya memasuki pasar kerja atau berpindah pekerjaan," tulis Direktur Jenderal ILO, Guy Ryder dalam keterangannya.

3 Saksi Kasus Pencurian di Minimarket Tambak Menteng Jakarta Pusat Diperiksa Polisi

Di angka 13,6 persen, tingkat pengangguran muda pada 2019 terbilang lebih tinggi dibandingkan kelompok lainnya.

Ada sekitar 267 juta kaum muda yang tidak dalam pekerjaan, pendidikan atau pelatihan (NEET) di seluruh dunia.

Mereka yang berusia 15-24 tahun dan bekerja umumnya berada dalam bentuk pekerjaan rentan seperti pekerjaan berupah rendah, pekerjaan di sektor informal atau sebagai pekerja migran.

"Krisis ekonomi akibat Covid-19 menghantam kaum muda – terutama perempuan – dengan lebih berat dan cepat dibandingkan kelompok lainnya," jelas ILO.

Menurut ILO jika kita tidak mengambil aksi yang signifikan dan segera untuk memperbaiki situasi mereka, imbas virus ini dapat kita rasakan beberapa dasawarsa ke depan.

Vibrant Jakarta, Karya Livi Zheng untuk Pemprov DKI Jakarta Raih Penghargaan Internasional

Apalagi jika bakat dan energi pekerja muda tidak termanfaatkan dengan baik akibat kurangnya peluang atau keterampilan. Hal itu dianggap akan membahayakan masa depan dunia dan akan semakin sulit untuk membangun kembali perekonomian yang lebih baik pasca COVID.

Maka dari itu monitor ILO ini menyerukan tanggapan berskala besar dengan kebijakan yang tersasar untuk mendukung kaum muda, termasuk program yang memastikan lapangan kerja/pelatihan yang luas di negara-negara berkembang.

Selain itu ILO juga menyarankan adanya program yang kaya pekerjaan di negara dengan pendapatan ekonomi rendah dan menengah.

Di negara-negara dengan proses pengujian dan penelusuran yang kuat, tingkat rata-rata pengurangan jam kerja jauh lebih rendah sebesar 50 persen.

Dewi Perssik Dibuat Kesal, Niat Bantu Kakek Aslan Dihalangi Sama Pemilik Yayasan

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved