Selasa, 5 Mei 2026

Virus Corona

Lawan Virus Corona, 4 Sehat 5 Sempurna New Normal Harus Diterapkan Selama Masa Pandemi

Lawan Virus Corona, 4 Sehat 5 Sempurna New Normal Harus Diterapkan Selama Masa Pandemi

Tayang:
Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Doni Monardo saat bertemu Guru Besar Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran UI Prof Rini Sekarini di Graha BNPB pada Rabu (27/5/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Slogan 4 Sehat 5 Sempurna yang diciptakan oleh Prof Poorwo Soedarmo tahun 1950-an agar hidup sehat diadopsi oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (GTPPC19) Doni Monardo dalam menghadapi virus corona atau covid-19.

Namun berbeda dengan slogan 4 Sehat 5 Sempurna yang merujuk pada asupan nutrisi, yakni makanan pokok, lauk-pauk, sayur-sayuran, buah-buahan dan susu, slogan itu digunakan dalam menghadapi serangan COVID-19.

Doni mendefinisikan 4 Sehat 5 Sempurna sebagai upaya mencegah COVID-19.

Empat sehat dari Doni tersebut antara lain, yaitu gunakan masker, jaga jarak, baik physical dan social distancing, rajin cuci tangan dengan sabun, dan olahraga, tidur teratur dan cukup serta tidak panik.

Satu pesan yang membuat sempurna yaitu makanan yang bernutrisi.

“Kalau dulu, 4 Sehat 5 Sempurna, karbohidrat, daging, ikan, sayuran, buah-buahan dan susu. Nah ini semuanya masuk pada poin ke-5 (versi Doni),” ujar Doni saat bertemu Guru Besar Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran UI Prof Rini Sekarini di Graha BNPB pada Rabu (27/5/2020).

Slogan 4 Sehat 5 Sempurna sangat dibutuhkan di era COVID-19. Doni menyampaikan kita tidak menang melawan COVID-19.

Virus Corona Ditetapkan Sebagai Bencana Nasional, Kepala Daerah Tidak Perlu Tetapkan Status Darurat

“Tidak ada manusia, negara yang bisa mengalahkan Covid, yang ada adalah beradaptasi,” ujarnya.

Di samping itu, Doni berharap slogan 4 Sehat 5 Sempurna dalam konteks menghadapi COVID-19 dapat mudah diingat oleh masyarakat.

Sementara itu, Ketua Tim Pakar GTPPC19 Prof. Wiku Adisasmito menyampaikan penting untuk mengenalkan suatu narasi, yaitu 4 Sehat 5 Sempurna, yang membantu setiap warga masyarakat untuk ‘berubah,’ khususnya dalam menghadapi COVID-19.

Doni menambahkan bahwa slogan ‘4 Sehat’ yang mampu diimplementasikan oleh setiap individu ini bertujuan untuk meningkatkan imunitas.

“Baru kemudian didukung dengan gizi,” jelas Doni kepada Rini Sekarini yang juga Ketua IDAI DKI Jakarta. Prof. Rini merupakan cucu dari Prof. Poorwo Soedarmo, pencetus slogan 4 Sehat 5 Sempurna era dulu.

Prof. Rini juga mendukung slogan ini dapat menjadi upaya gerakan masyarakat untuk hidup perilaku adaptif secara preventif untuk menghadapi pandemi COVID-19.

Doni juga menambahkan bahwa Majelis Ulama Indonesia merespon slogan tersebut dan membahas lebih lanjut dan detail sehingga dapat disebarluaskan kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Update Virus Corona Indonesia Rabu (27/5/2020) Total 23.851 Kasus, Sembuh 6.057, Tewas 1.473 Orang

Catatan Seputar Sosok Pencetus 4 Sehat 5 Sempurna Jaman Dulu

Gerakan dengan slogan 4 Sehat 5 Sempurna merupakan adaptasi dari rekomendasi USDA, basic four atau basic five.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved