Ini Ramalan Soeharto Tentang Tahun 2020, Ramalan Disampaikan Tahun 1995, Apakah Ramalannya Benar?

Presiden Soeharto ternyata sempat meramal apa yang akan terjadi tahun 2020 sekarang. Ramalan itu ia sampaikan dalam sebuah sambutan pada tahun 1995

instagram @tututsoeharto
Foto Presiden Soeharto saat hendak mendonorkan darahnya didampingi dokter Kepresidenan, Rusmono. Soeharto pernah meramalkan Indonesia tahun 2020 seperti apa. 

WARTAKOTALIVE.COM , JAKARTA -- Presiden Soeharto ternyata sempat meramal apa yang akan terjadi tahun 2020 sekarang.

Ramalan itu ia sampaikan dalam sebuah sambutan pada tahun 1995.

Bukan sekadar ramalan, namun ternyata itu benar dan harus dijalankan agar Indonesia selamat dari krisis.

VIDEO: Mbak Tutut Soeharto Ciptakan Lagu Lebaran 2020 saat Wabah Corona, Ada Sungkeman Ala Cendana

Ini Pidato Soeharto Mundur sebagai Presiden 22 Tahun Lalu, Orde Baru Tumbang, Situasi Mencekam

Anak muda Indonesia harus mencintai produk-produk dalam negeri.

Ramalan itu disampaikan Soeharto pada tahun 1995 lalu.

Dalam video itu tampak Soeharto menyampaikan sebuah pidato.

Kisah Cinta Janda Cantik dengan Pria Buruk Rupa, Tak Sampai Setahun Si Janda Nikah dengan Pria Lain

Pidato itu berisikan ajakan mencintai produk dalam negeri.

"Anak-anak pelajar sekarang harus disiapken benar-benar untuk mencintai tanah air, untuk mencintai produk dalam negeri," ucap Soeharto dalam video itu.

Soeharto di puncak kekuasaannya di tahun 1994
Soeharto di puncak kekuasaannya di tahun 1994 (YouTube)

"Maka para remaja yang sekarang nanti akan hidup di tahun 2020, akan menjadi benteng untuk mempertahanken daripada kelangsungan hidup negara dan bangsa," lanjut Soeharto.

Alasannya agar para pemuda tidak mudah kesengsem pada produk luar negeri yang harganya murah.

"Sebab kalau daripada para pemuda nanti kesengsem kepada produk yang murah baik, tapi hasil dari luar negeri, hancur daripada bangsanya," ujar Soeharto.

Hal itu kemudian menyebabkan produk dalam negeri tidak ada pembeli.

Prof Wiku Tegaskan Penetapan Aktivitas Suatu Daerah Ditentukan Indikator Kesehatan Masyarakat

Caption dari Tutut Soeharto

Selain video itu, Tutut Soeharto juga menuliskan caption untuk video tersebut.

"Bapak sejak tahun 1995 sudah mengingatkan akan situasi globalisasi di mana banyak serbuan produk asing.

Salah satu bentengnya adalah cinta produk dalam negeri, agar produsen dalam negeri tidak mati.

Mari kita hidupkan kembali nasionalisme kita, dengan mencintai, membeli dan menggunakan produk dalam negeri" tulis Tutut Soeharto.

VIDEO: Flyover Gaplek Pondok Cabe Terbukti Ampuh Urai Kemacetan

Sementara itu, dua tahun sebelum meninggal dunia, Soeharto juga pernah menceritakan mimpi aneh.

Saat itu keluarganya hanya tertawa.

Sebuah kisah diceritakan oleh Hajah Noek Bresinah Soehardjo yang merupakan adik Soeharto.

Dalam buku "Pak Harto, The Untold Stories", Bressinah menceritakan hari-hari akhir Soeharto menjelang wafatnya.

7 Pemuda Aniaya Warga Depok yang Sedang Ronda Dibekuk Polisi

Termasuk, saat Soeharto yang sempat mengalami mimpi aneh ketika sedang dirawat di rumah sakit.

Saat itu, pada tahun 2006, Soeharto harus beberapa kali dirawat inap di Rumah Sakit Pertamina Pusat.

Pada suatu sore, Soeharto tiba-tiba terbangun dari tidurnya.

Rupanya, Soeharto terbangun dari tidur seusai bermimpi.

Update Virus Corona Indonesia Selasa (26/5/2020) Total 23.165 Kasus, Tewas 1.418, Sembuh 5.877 Orang

Ketika terbangun itulah, Soeharto mengaku baru saja bermimpi.

"Aku lagi wae ngimpi (saya barusan mimpi)," kata Bressinah menirukan ucapan Soeharto saat itu.

Mendengar ucapan itu, Bressinah yang saat itu sedang bersama Tutut, putri Soeharto, segera mendekat.

Tutut kemudian menanyai sang ayah, ,”mimpi apa to, Pak?" tanya Tutut.

Soeharto pun segera menjawabnya.

Deddy Corbuzier Bantah Menyamar dan Bikin Konten Provokatif dengan Siti Fadilah

"Nonton gamelan, rame, nanging ana sing aneh (menonton gamelan, ramai, tetapi ada yang aneh,"ujar Soeharto saat itu yang lagi-lagi ditirukan Bressinah.

Tutut kemudian menanyai Soeharto.

"Apa yang aneh, Pak?" tanya Tutut.

Soeharto lalu menjawab pertanyaan putrinya itu.

"Kuwi lho, sindene kok wong Sunda kabeh (itu lho, penyanyinya kok orang Sunda semua)?"ucap Soeharto.

Gunakan Jalur Ciganjur untuk ke Jakarta, Warga Tak Miliki SIKM Dipulangkan

Mendengar jawaban sang ayah, Tutut lalu tersenyum, dan mengatakan sesuatu.

"Lha, sindene mesti ayu-ayu to, Pak (Itu penyanyinya pasti cantik-cantik ya Pak?" ujar Tutut menanggapi ucapan Soeharto.

"Ya embuh, ora weruh wong kahanane peteng (ya saya tidak tahu karena suasananya gelap),"jawab Soeharto lalu tersenyum.

Mendengar jawaban Soeharto tersebut, mereka kemudian tertawa.

Rony Yusuf Kabarjay Lulus Test Prajurit TNI AD, Mimpi Yatim Piatu Suku Yeinan Itu Akhirnya Terwujud

Sedangkan, Soeharto kemudian melanjutkan tidurnya lagi, hingga azan magrib tiba.

Selang dua tahun dari mimpi itu, Soeharto kemudian meninggal dunia.

Tepatnya, pada tahun 2008.

Video Soeharto Ngomong Soal Partai Komunis dan G30SPKI

(Agnes/Wiken)

Sumber: Intisari
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved