Viral Medsos

Minta Habib Umar Assegaf Tetap Diproses Hukum Jika Salah, Teddy Gusnaidi: Gak Perlu Lihat Jubahnya

Teddy mengungkapkan, apabila Habib Assegaf terbukti melanggar hukum, maka harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Istimewa via Tribunnews
Dewan Pakar PKPI Teddy Gusnaedi 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA--Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Teddy Gusnaidi memberikan komentarnya atas cekcok yang terjadi antara Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil dengan sejumlah aparat yang sedang melakukan razia Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya, Jawa Timur.

Dalam peristiwa itu, bahkan sempat terjadi aksi saling serang antara Habib Umar Assegaf dengan seorang petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Teddy mengungkapkan, apabila Habib Assegaf terbukti melanggar hukum, maka harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

 Dua Bulan Nyaris Tak Ada Pemasukan, Kini Bastian Steel Stres dan Sering Murung

 Digeruduk Ratusan Pendekar hingga Terjadi Bentrokan, Pemuda Pancasila Bekasi Minta Maaf ke PSHT

"Jika umar assegaf dianggap melanggar hukum, ya diproses saja, gak perlu lihat jubahnya, karena di tanah abang harganya cuma 100 ribu," tulis Teddy di akun Twitternya, dikutip Wartakotalive.com pada Jumat (22/5/2020) malam.

Tidak hanya itu, Teddy juga menanggapi pernyataan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur yang menyebut Habib Assegaf bukan orang sembarangan.

Pernyataan MUI Jatim itu diberikan dalam rangka memberikan kritik kepada petugas yang dianggap tidak bisa mengontrol emosi menghadapi Habib Assegaf yang seorang ulama dan sudah berusia lanjut.

"Ada LSM yang mengatakan bahwa umar assegaf bukan orang sembarangan. Oalah.., setau gue, yang bukan orang sembarangan itu cuma spiderman, itu pun cuma di film. Ini negara hukum, jangan samakan umar dengan Spiderman. LSM kok ngak paham hukum?" tulis Teddy dalam cuitan lainnya.

Penjelasan polisi

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko memastikan, dari hasil pemeriksaan pelat nomor kendaraan, pria bergamis yang marah hingga saling pukul dengan petugas Satpol PP adalah Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil.

Menurut polisi ada tiga kesalahan yang dilakukan Habib Umar saat tidak mau menerima saran soal aturan PSBB Surabaya.

Halaman
1234
Editor: Feryanto Hadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved