Liga 1

Ismed Sofyan Sarankan Liga 1 Dilanjutkan, PSSI dan PT LIB Bisa Tiru Negara Lain Antisipasi Covid-19

Menurut Ismed, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi, bisa mencontoh negara-negara di Asia dan Eropa

TribunJakarta/Wahyu Septiana
Bek kanan senior Persija Jakarta, Ismed Sofyan saat ditemui di Kantor Persija, Jakarta Selatan, Rabu (21/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Wahyu Septiana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Bek senior Persija Jakarta, Ismed Sofyan menyarankan kompetisi Liga 1 bergulir secara normal di tengah pandemi Covid-19 atau virus Corona.

Kompetisi sepak bola di Indonesia bergulir harus tetap memperhatikan protokoler kesehatan yang telah ditetapkan Pemerintah Republik Indonesia.

Menurut Ismed, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi, bisa mencontoh negara-negara di Asia dan Eropa yang sudah lebih dulu menggulirkan kompetisi sepak bola.

Dua negara yakni Korea Selatan dan Jerman sudah berani memutar kembali roda kompetisi dengan mengedepankan protokeler yang telah dianjurkan negaranya masing-masing.

PSBB di DKI Jakarta Sampai 4 Juni, Pelatih Persija Siap Kembali ke Indonesia dan Bertarung di Liga 1

"Kita bisa mencontoh negara lain dari sisi positifnya. Mereka bisa kembali menggelar pertandingan," kata Ismed Sofyan.

Namun, pemain berusia 40 tahun itu menyoroti fasilitas dan kesigapan dari pihak-pihak terkait jika kompetisi sepak bola di Indonesia bisa digulirkan.

Negara di luar Indonesia berani menyelenggarakan kompetisi karena fasilitas kesehatannya menunjang dan grafik penyebaran Covid-19 tidak terlalu tinggi.

Klub Liga 1 Senang Dapat Transfer Dana Subsidi dari PT LIB

"Tetapi, apakah kita mampu dan mempunyai fasilitas yang sama seperti mereka untuk menjalan protokol kesehatan itu."

"Negara lain mungkin mereka lebih canggih dan siaga dari kita dalam menjaga si pemain dan lainnya yang terlibat," ucapnya.

PT LIB Bayar Subsidi Secara Normal, Bos Persija: Sekarang Sudah Tidak Kemarau Lagi

Selain itu, setiap tim harus rutin melakukan tes dan mempersiapkan segala kemungkinan andai saja para pemainya terpapar Covid-19.

"Lalu, apakah semua klub mampu membiayai tim kesehatan setiap latihan atau mau bertanding untuk tes Covid-19," tutup pemain yang identik dengan nomor 14 tersebut.

Penulis: Wahyu Septiana
Editor: Murtopo
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved