Banjir Jakarta
Warga Bidara Cina Santap Sahur Sambil Kebanjiran
Hujan disertai angin yang mengguyur Jakarta pada Rabu (20/5/2020) malam kemarin, menyebabkan sejumlah wilayah yang dialiri Sungai Ciliwung, kebanjiran
Penulis: Rangga Baskoro |
"Untuk di Perumahan Villa Pamulang ketinggian air 60 sentimeter dan makin meninggi.
"Ada 50 rumah yang terendam banjir," ujarnya.
Para pemilik rumah yang menjadi korban banjir, kata Merdi masih bertahan dan menunggu air surut.
"Kalau ketinggian air belum turun, baru diambil tindakan upaya pengungsian," kata dia.
Untuk penanganan banjir ini, Merdi mengaku ada sejumlah tim gabungan yang diterjunkan.
Yakni Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan penyelamatan kota Depok 20 personil, Tim Penanggulangan Bencana Dinas Pemadam Kebakaran dan penyelamatan Kota Depok enam personil, dan PMI Kota Depok enam personil.
"Kita juga turunkan perahu karet empat set," katanya.
Sementara itu, puluhan rumah warga di RW 06 Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas terendam banjir pada Selasa (17/03/2020) pukul 23:45 WIB, tengah malam.
Karena luapan Kali Krukut, di Perempatan Mampang, Jalan Raya Sawangan, Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok.
Ketinggian air mencapai 30 centimeter atau sebetis orang dewasa.
Warga terdampak berada di RW 06 sekitar 60 KK lebih, yang terdiri dari warga di RT 05, RT 07 dan RT 02.
"Sangat mengganggu nih. Benar-benar ngga nyaman warga sini dampak dari banjir tadi malam,” tutur Rizal warga setempat .
Rizal mengatakan, jika banjir terjadi di saat hujan tak turun, hal tersebut biasanya ada bukaan air dari arah selatan yakni Bogor.
“Walau pun ngga hujan, tapi kalau sedang ada bukaan dari arah Bogor, 30 menit kemudian pasti air Kali Krukut di Perempatan Mampang ini meluap ke jalanan dan ke rumah warga,” ujarnya.
Luapan Kali Krukut meluap, kata Rizal lantaran endapan lumput sungai di samping Masjid Al-Istiqomah tidak pernah dikeruk.
“Hasil pengecekan kami kemarin, Memang lumpurnya udah tinggi. Sehingga volume air yang mengalir sedikit, meluap dah itu air ke jalanan dan ke rumah warga,” paparnya.
Banjir di 5 Titik di Tangerang Bikin Rendam Rumah Warga, Korban Kekurangan Makanan
Sudah jatuh tertimpa tangga. Mungkin itu lah saat ini yang dirasakan oleh warga Tangerang.
Mereka didera ancaman corona, kehilangan mata pencaharian dan saat ini dilanda kebanjiran.
Hujan yang terus mengguyur wilayah tersebut menyebabkan sejumlah titik wilayah Tangerang terendam.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tangerang, Kosrudin menjelaskan ada 5 titik banjir merendam pemukiman penduduk saat ini.
Di antaranya Perum Tigaraksa, Pasir Bolang, Cisereh, Pasir Ampo Kresek dan Perum Mustika.
"Ketinggian air maksimal 2 meter. Ada 500 KK yang terdampak," ujar Kosrudin kepada Warta Kota, Rabu (20/5/2020).
Pihaknya pun telah membentuk tim untuk diterjunkan ke lapangan.
Petugas mulai melakukan evakuasi terhadap korban yang terdampak.
"Mereka kami evakuasi di Mushola dan Masjid," ucapnya.
Ada juga sebagian warga yang mengungsi ke rumah sanak saudaranya.
Kosrudin menyebut saat ini pihaknya memang terbentur kendala untuk membantu para korban.
"Yang dibutuhkan warga terdampak banjir ini biasanya makanan, seperti mie instan dan lain - lain," kata Kosrudin.
"Tapi situasinya saat ini sedang sulit. Biasanya kami punya persediaan untuk itu.
"Di tengah wabah corona saat ini logistik tersebut sudah dibagikan kepada sebagian warga yang terdampak Covid-19.
"Dan kami sekarang memang kekurangan logistik," sambungnya.
Dirinya berujar bahwa jajarannya meminta bantuan dengan Dinas lain untuk melakukan bantuan.
Seperti Dinas Sosial yang diminta untuk memberikan bantuan makanan kepada para korban.
"Dapur umum juga belum dibuat, karena kan saat ini sudah sedang PSBB," tutur Kosrudin.
Kosrudin menambahkan pihaknya akan melakukan upaya dalam pencegahan ini.
Selain hujan deras, banjir ini juga dikarenakan air kiriman dari Bogor.
"Kami akan membuat jaringan langsung di hulu yaitu pintu air Bogor.
"Kalau ketinggian air sudah tinggi masyarakat harus segera mengungsi.
"Kami juga pernah menerapkan sistem mitigasi yakni alarm, tapi itu tidak efektif karena tidak menyala saat banjir," ungkapnya. (dik)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/warga-bidara-cina-santap-sahur-sambil-kebanjiran210501.jpg)